MAM Dukung Kejagung Tuntaskan Kasus Jiwasraya

    Medcom - 25 Juni 2020 18:30 WIB
    MAM Dukung Kejagung Tuntaskan Kasus Jiwasraya
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: MNC Asset Management (MAM) mendukung Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntaskan kasus dugaan korupsi di PT PT Asuransi Jiwasraya. MAM merupakan satu dari 13 korporasi yang ditetapkan menjadi tersangka.
     
    MAM menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berlaku. MAM menegaskan Reksa Dana Syariah Ekuitas II yang dikelola MAM merupakan produk single investor milik Jiwasraya dan tidak terkait dengan produk reksa dana lainnya.
     
    Kedua, portfolio yang ada di dalam Reksa Dana Syariah Ekuitas II ditentukan oleh Jiwasraya, setiap pembelian dan penjualan portfolio dilakukan atas instruksi Jiwasraya.
     
    "Perihal berita penetapan status tersangka terhadap MAM, saat ini kami belum menerima pemberitahuan resmi dari Kejaksaan Agung terkait penetapan tersebut. MAM akan menelaah lebih lanjut penetapan status tersangka ini," kata manajemen MAM, seperti dikutip Medcom.id, dari keterangan resminya.
     
    MAM akan berkoordinasi dengan kuasa hukum untuk melakukan klarifikasi yang  diperlukan terhadap penetapan status tersangka.
     
    “MAM akan kooperatif dalam proses pengadilan yang sedang berlangsung di Kejaksaan Agung. Nasabah dihimbau tetap tenang, MAM akan melakukan tindakan yang dianggap perlu,” ujarnya
     
    Seperti diketahui, Kejagung menetapkan Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK berinisial FH sebagai tersangka. FH pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal IIA periode Februari 2014-2017.
     
    Selain itu 13 korporasi juga ditetapkan sebagai tersangka. Ke-13 tersangka itu yakni DM atau PAC (PT Danawibawa Manajemen Investasi atau Pan Arkadia Capital), OMI (PT OSO Manajemen Investasi), PPI (PT Pinacle Persada Investasi), MD (PT Milenium Danatama), dan PAM (PT Prospera Aset Manajemen).
     
    Kemudian PT Maybank Aset Manajemen), PT MNC Aset Manajemen, GC (PT GAP Capital), JCAM (PT Jasa Capital Aset Manajemen), PAAM (PT Pool Advista Aset Manajemen), CC (PT Corfina Capital), TII (PT Trizervan Investama Indonesia), dan SAM (PT Sinarmas Aset Manajemen). Menurut Kejagung ke-13 korporasi ini diduga terlibat dalam pelarian uang nasabah.
     
    Kerugian diduga mencapai Rp12,157 triliun. Kerugian itu merupakan bagian dari penghitungan kerugian negara yang sudah dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp16,81 triliun.



    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id