comscore

Kejaksaan Periksa Dubes Hingga Polisi Soal Mafia Tanah Pertamina

Media Indonesia.com - 28 Mei 2022 23:21 WIB
Kejaksaan Periksa Dubes Hingga Polisi Soal Mafia Tanah Pertamina
Ilustrasi. (MI/Duta)
Jakarta: Tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta memeriksa beberapa saksi terkait kasus mafia tanah atas lahan milik PT Pertamina. Mereka yang diperiksa mulai dari duta besar (dubes) hingga anggota kepolisian.

"Kami kembali melakukan pemeriksaan saksi dalam rangka mengungkap persekongkolan jahat terkait pembagian uang Rp244,6 miliar milik PT Pertamina," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta Abdul Qohar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 28 Mei 2022. 
Adapun saksi-saksi itu yakni ANS selaku Dubes RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon; US selaku saksi dalam sidang Perdata Gugatan Tanah Pertamina; RP selaku Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Timur; Anggota Satpalwal Dirlantas Polda Metro Jaya berinisial DS dan AH selaku pengacara.

Qohar mengatakan penyidik memeriksa sejumlah saksi itu pada Jumat, 27 Mei 2022, terkait pembagian uang ke beberapa pihak yang merupakan uang hasil eksekusi sejumlah Rp244,6 miliar milik PT Pertamina. Pemeriksaan saksi-saksi tersebut bertujuan mengungkap dugaan konspirasi terkait kasus dugaan korupsi mafia tanah atas aset milik PT Pertamina.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi itu, kata dia, penyidik memperoleh alat bukti dokumen dan data elektronik terkait adanya pembagian uang milik Pertamina yang diterima oleh sejumlah pihak. Qohar menjelaskan objek kasus ini merupakan aset milik PT Pertamina di Jalan Pemuda, Rawamangun Jakarta Timur. 

Baca: Kejagung Apresiasi Rencana Pembentukan Tim Pemberantas Mafia Tanah

Penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor : Print- 1018/M.1/Fd.1/04/2022 tanggal 4 April 2022. Qohar menegaskan tim penyidik pada Aspidsus Kejati DKI pada pekan depan akan menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka karena diduga menerima aliran dana uang ratusan miliar milik PT Pertamina itu.

"Kami agendakan pemeriksaan pada Minggu berikutnya untuk menentukan pihak-pihak terkait, yang masuk kualifikasi peristiwa perbuatan dan pertanggungjawaban pidana kepada semua pihak," jelas dia.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id