comscore

KPK Selisik Keterlibatan Pihak Lain dalam Korupsi DAK Lamteng

Candra Yuri Nuralam - 01 Maret 2022 07:19 WIB
KPK Selisik Keterlibatan Pihak Lain dalam Korupsi DAK Lamteng
Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelisik keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan rasuah dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah (DAK). Kasus ini telah menyeret mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menjadi terpidana.

"Adapun dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara terpidana M Azis Syamsuddin, kami akan pelajari utuh dan analisa lebih dahulu apakah ada fakta-fakta hukum dalam pertimbangan tersebut yang dapat dikembangkan lebih lanjut," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 Februari 2022.
Ali mengatakan pihaknya masih mencari tersangka dalam kasus dugaan korupsi DAK Lamteng. Putusan kasus suap penanganan perkara yang menjerat Azis Syamsuddin menjadi acuan KPK menetapkan tersangka baru dalam dugaan korupsi DAK Lamteng.

KPK menegaskan tidak akan pandang bulu. Semua pihak bakal ditetapkan sebagai tersangka jika ada bukti permulaan yang cukup.

"Tentu jika kemudian ditemukan ada peristiwa pidana korupsi dan ada cukup bukti permulaan maka kami pastikan siapapun yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum akan ditetapkan sebagai tersangka," ujar Ali.

Azis divonis tiga tahun dan enam bulan penjara dalam suap penanganan perkara. Dia juga dikenakan denda pidana sebesar Rp250 juta subsider empat bulan kurungan.

Baca: KPK Pelajari Putusan Azis Syamsuddin untuk Jerat Pihak Lain

Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK. Jaksa menuntut Azis dibui empat tahun dan dua bulan penjara, serta denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan.

Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama empat tahun. Hukuman itu berlaku sejak Azis menjalani pidana pokok.

Azis dan KPK tidak mengajukan banding dalam kasus suap penanganan perkara. Putusan kasus itu sudah berkekuatan hukum tetap.
 
Azis terbukti menyuap mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju dan seorang pengacara bernama Maskur Husain. Azis terbukti menyerahkan uang sebesar Rp3.099 miliar dan USD36.000.
 
Uang itu diberikan agar AKP Robin mengawal kasus APBD Lampung Tengah yang menjerat Azis dan Aliza Gunado. Uang diberikan secara bertahap dan sempat ditukarkan melalui money changer.
 
Azis terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id