comscore

KPK Nilai Permintaan Azis Syamsuddin Buka CCTV Bekas Kantornya Tak Perlu

Candra Yuri Nuralam - 28 Desember 2021 07:25 WIB
KPK Nilai Permintaan Azis Syamsuddin Buka CCTV Bekas Kantornya Tak Perlu
ilustrasi/medcom.id
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai permintaan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin terkait pembukaan kamera pengintai (CCTV) bekas ruang kerjanya tidak perlu. Lembaga Antikorupsi menilai keterangan saksi sudah cukup membuktikan pertemuan membahas dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah di bekas ruang kerja Azis di DPR.

"Ketika saksi menerangkan di depan majelis hakim, dipastikan sudah disumpah menurut agamanya," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Selasa, 28 Desember 2021.
Azis menantang jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK membuka CCTV bekas ruang kerjanya. Azis menilai hal tersebut perlu dilakukan karena dia meragukan pertemuan terkait pembahasan DAK Lampung Tengah di bekas ruang kerjanya bersama mantan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

KPK menilai keterangan Taufik tinggal dinilai dalam persidangan. Keterangan itu diyakini menjadi senjata KPK menjerat Azis dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah.

"Sehingga apa yang diterangkan tersebut berikutnya akan dilakukan penilaian baik oleh hakim, jaksa, penasihat hukum, maupun terdakwa," ujar Ali.

Alu mempersilakan Azis membantah keterangan Taufik. Bantahan itu merupakan hak Azis sebagai terdakwa dalam persidangan.

Baca: Azis Syamsuddin Tantang Jaksa Buka CCTV Kantornya di DPR

Namun, KPK menegaskan telah mengantongi bukti cukup terkait dugaan suap Azis. Bukti itu bakal dibuka dalam persidangan nanti.

"Kami tentu telah memiliki bukti-bukti yang kami yakini kuat atas dugaan perbuatan terdakwa Azis Syamsuddin sebagaimana uraian dakwaan tim jaksa," tutur Ali.

Sebelumnya, Azis Syamsuddin menantang JPU KPK membuka CCTV ruang tamu di bekas kantornya pada 21 Juli 2021. Permintaan itu untuk membuktikan tudingan adanya pertemuan pembahasan pengurusan DAK Lampung Tengah.

"Bahwa pertemuan yang saudara saksi (mantan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman) sampaikan pada saya tanggal 21 Juli 2017, saya minta kepada saudara JPU untuk membuka CCTV," kata Azis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 27 Desember 2021.

Taufik mengaku pernah bertemu Azis di ruang tamu ruangannya di DPR pada 21 Juli 2017. Pertemuan itu disebut dibantu oleh orang kepercayaan Azis, Edy Sujarwo.

Namun, Azis mengaku tidak ingat dengan pertemuan itu karena banyak menemui orang selama bekerja sebagai Wakil Ketua DPR. Atas dasar itulah Azis meminta jaksa membuka CCTV bekas kantornya itu.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id