Polisi Segera Panggil Novel Baswedan

    Candra Yuri Nuralam - 07 November 2019 19:10 WIB
    Polisi Segera Panggil Novel Baswedan
    Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya segera memanggil penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terkait laporan Politikus PDIP Dewi Tanjung. Polisi juga akan melihat bukti yang dilampirkan dalam laporan Dewi.

    "Nanti kelanjutannya kami akan panggil pelapor, saksi-saksi dan terlapor untuk kita mintai klarifikasi terkait laporan itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan , Kamis 7 November 2019.

    Argo belum mengetahui jadwal pemanggilan Novel sebagai terlapor. Ia menyerahkan hal itu kepada penyidik. Argo menegaskan penyidik membutuhkan klarifikasi dari sejumlah pihak.

    Klarifikasi itu menentukan nasib laporan politikus PDIP itu. Polisi bisa menghentikan kasus itu jika bukti dinyatakan tak cukup.

    "Kalau memenuhi unsur pidana kita naikan status jadi tingkat penyidikan. Tapi kalau tidak memenuhi unsur pidana perkara tersebut nanti kita hentikan. Kita tunggu saja nanti seperti apa nanti penyidik yang akan melakukannya," tutur Argo.

    Laporan Dewi tercatat dengan Nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit Krimsus. Laporan yang disampaikan Rabu, 6 November 2019, didasari pengetahuan seni Dewi terkait pertunjukkan drama.
     
    Dia melihat Novel hanya bermain drama. Jika disiram air keras, Novel tidak akan bisa tetap tegak berdiri. Jika memang merasa sakit, lanjut Dewi, Novel pasti akan berguling-guling kesakitan di jalan dalam rekaman kamera CCTV.
     
    "Saya orang seni, saya juga biasa beradegan," sindir Dewi.
     
    Dewi yakin seluruh rangkaian peristiwa kasus Novel yang selama ini telah dipublikasikan tidak masuk akal. Bahkan, dia menilai luka pada mata Novel palsu.
     
    Kejanggalan lain yang dinilai Dewi adalah luka yang diterima Novel terlalu kecil untuk sebuah siraman dengan air keras. "Yang lucunya kenapa hanya matanya sedangkan kelopaknya, ininya (menunjuk mata) semua tidak (rusak)," tutur Dewi.
     
    Dewi melaporkan Novel dengan membawa bukti rekaman saat penyidik senior KPK itu berobat di Singapura. Selain itu, dia juga membawa beberapa foto luka Novel yang dinilainya tidak masuk logika.
     
    Dewi mengadu dengan Pasal 26 ayat (2) juncto Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.





    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id