MA: Idrus Marham Lebih Tepat Dikenakan Pasal 11 UU Tipikor

    M Sholahadhin Azhar - 04 Desember 2019 04:19 WIB
    MA: Idrus Marham Lebih Tepat Dikenakan Pasal 11 UU Tipikor
    Terdakwa suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham. Foto: MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi terdakwa suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham. Idrus dinilai lebih tepat dijerat dengan Pasal 11 Undang-Undang Tipikor karena Idrus dianggap menggunakan pengaruh sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Golkar dalam mengetahui perkembangan proyek tersebut melalui bekas Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih.

    "Dengan tujuan agar Eni Maulani Saragih tetap mendapat perhatian dari Johanes Budisutrisno Kotjo, serta saksi Eni Maulani Saragih menyampaikan kepada terdakwa kalau dirinya akan mendapatkan fee dalam mengawal proyek PLTU-MT Riau-1," kata Juru Bicara MA Andi Samsan Ngaro di Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

    Sementara dalam dakwaan, Idrus dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Ada perbedaan ganjaran hukuman dalam kedua pasal itu. Di Pasal 12, pelaku terancam hukuman paling ringan yakni penjara selama empat tahun, sementara paling lama yakni 20 tahun.

    Di Pasal 11, pelaku diancam hukuman paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. Andi menyatakan pihaknya melihat penerapan Pasal 12 tidak tepat karena Idrus tidak terlibat secara aktif dalam praktek rasuah. Dengan demikian, hukuman Idrus dipangkas dari ketetapan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dari lima tahun menjadi dua tahun.

    "MA menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Andi. 

    Koordinator penasihat hukum Idrus Marham, Samsul Huda, menghormati putusan itu. Meski pihaknya mengaku tak puas dengan hal tersebut. "Seharusnya Saudara Idrus Marham diputus bebas karena Idrus Marham tidak tahu menahu soal Proyek PLTU Riau-1," kata Samsul.

    Dia bilang, namanya hanya dicatut Eni Maulani Saragih yang menerima suap. Samsul mengklaim fakta persidangan menegaskan hal itu. Sebab proyek tersebut juga diatur beberapa pihak lain. "Idrus Marham juga sama sekali tidak tahu terjadi suap menyuap dalam proyek tersebut," kata Samsul.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id