Dalih Polri Lamban Ungkap Kasus Penyiraman Novel Baswedan

    Cindy - 17 Juli 2019 17:25 WIB
    Dalih Polri Lamban Ungkap Kasus Penyiraman Novel Baswedan
    Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
    Jakarta: Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal memberi alasan lambatnya penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Menurut dia, kasus Novel minim alat bukti.

    "Publik juga harus paham bahwa kasus ini minimal alat bukti (tapi) kami terus bekerja," katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2019. 

    Iqbal mengaku Polda Metro Jaya telah memeriksa 74 saksi dan mewawancarai 40 orang. Pihaknya juga telah memeriksa 38 kamera pengawas dan 114 toko bahan kimia. 

    "Bahkan melibatkan kepolisian negara luar--Australian Federal Police (AFP), juga melibatkan tim eksternal asistensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," beber dia. 

    Menurut Iqbal, penyelidikan yang sulit untuk dituntaskan bukan cuma kasus penyerangan Novel. Ada sejumlah kasus lain yang juga tak terungkap namun terus dilakukan penyelidikan.

    Baca juga: TPF Kasus Novel Tak Temukan Bukti Keterlibatan Saksi

    Ia mencontohkan kasus pembacokan dan penganiayaan putra Karoprovos Divisi Propam Polri Birgjen Hendro Pandowo. Termasuk kasus Kedubes Indonesia di Paris pada 2004 dan 2012.

    "Sampai sekarang belum terungkap, kita sudah sangat luar biasa melakukan ulang pengecekan TKP, mengumpulkan alat bukti pemeriksaan saksi-saksi dan lain-lain," ujar Iqbal.

    Kasus lainnya, lanjut Iqbal, pengusutan pengeboman Kedubes Filipina di Indonesia pada 2000 juga membutuhkan waktu lama. Setelah tiga tahun penyelidikan, pihaknya baru menemukan eksekutor pengeboman. 

    "2008 baru kita bisa mengungkap siapa master mind-nya. Itu pun di Guantanamo. Menggambarkan apakah ini kurang serius? sekali lagi saya sampaikan bahwa tingkat kesulitan berbeda," tegasnya. 

    Dia meminta publik bersabar. Pihaknya berjanji akan mengungkap kasus Novel. 

    "Sabar lah ini masalah waktu. Doakan insyallah kita akan buka dan kita akan ungkap. Jangan membawa kasus ini kepada asumsi dan opini," tutup Iqbal.

    Novel diserang orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017, usai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dua tahun lebih pascateror, polisi belum juga mengungkap siapa pelaku teror.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id