comscore

Alvin Lim Dituntut 6 Tahun Penjara

Siti Yona Hukmana - 29 Juni 2022 20:58 WIB
Alvin Lim Dituntut 6 Tahun Penjara
Sidang tuntutan Alvin Lim. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa kasus dugaan pemalsuan, penipuan, dan penggelapan, Alvin Lim, enam tahun penjara. Alvim Lim dinilai bersalah terkait kasus penipuan.

"Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, pidana penjara terhadap terdakwa Alvin Lim selama enam tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah terdakwa segera ditahan," kata JPU Syahnan Tanjung di ruang sidang PN Jaksel, Rabu, 29 Juni 2022.
Syahnan mengatakan terdakwa Alvin Lim bersalah melakukan tindak pidana. Alvin Lim dianggap dengan sengaja memalsukan surat.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 Ayat (2) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dalam dakwaan kesatu lebih subsidair (subsider)," ujar Syahnan. 
 

Baca: Alvin Lim Klaim Tak Bersalah Dalam Kasus Penipuan


Syahnan mengatakan hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu tidak mengakui perbuatannya, berbelit dan menyulitkan jalannya persidangan, serta sudah pernah dihukum. Jaksa menilai tak ada hal-hal yang meringankan terdakwa.

Syahnan menilai terdakwa Alvin Lim sudah dituntut maksimal. Sehingga, tidak perlu lagi pertimbangan yang meringankan.

"Kalau sudah enam tahun maksimal, tidak ada hal meringankan. Setiap tuntutan, maka pertimbangannya tidak ada hal yang meringankan kalau sudah maksimal," jelas dia.

Syahnan menyebut jaksa memiliki kewenangan untuk menghadirkan terdakwa berdasarkan penetapan sesuai Pasal 13 KUHAP. Jaksa telah melakukan upaya penjemputan paksa terhadap Alvin Lim pada Rabu, 29 Juni 2022.

"Berdasarkan penetapan itulah, kita meminta alat-alat negara untuk menghadirkan di pengadilan," ujarnya

Sementara itu, kuasa hukum Alvin Lim, Sukisari mengaku keberatan dengan tuntutan yang dibacakan JPU. Dia memastikan akan menyampaikan keberatan saat pledoi nanti. 

"Pasti nanti kami akan menjawab dalam pleidoi, karena dari berita acara pemeriksaan (BAP) dan terdakwa sudah mencabut dan juga pembuktian materialnya sangat susah. Oleh karena itu, kami akan jawab dalam pleidoi ya. Itu saja," kata Sukisari usai persidangan.

Sukisari meminta waktu dua minggu untuk membuat pembelaan atau pledoi. Sebab, tim perlu merumuskan untuk mematahkan tuntutan dari jaksa.

"Kami mohon dua minggu karena sangat penting untuk mematahkan tuntutan jaksa penuntut umum terkait Pasal 263 Ayat (2). Jadi kami perlu merumuskan," ucap Sukisari.

Hakim Ketua, Arlandi Triyogo mengabulkan permohonan pihak terdakwa dan tim kuasa hukumnya untuk membuat rumusan pledoi selama dua pekan. Hal itu hasil kesepakatan para majelis hakim. 

"Saya kasih lebih pada Kamis, 14 Juli 2022. Saya harapkan kooperatif hadir," kata Arlandi.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id