comscore

KPK Minta Azis Syamsuddin Buktikan Tudingan Data JPU Ilegal

Candra Yuri Nuralam - 04 Januari 2022 07:40 WIB
KPK Minta Azis Syamsuddin Buktikan Tudingan Data JPU Ilegal
Plt juru bicara KPK Ali Fikri Medcom.id/Candra Nur Alam
Jakarta: Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengeklaim bukti bahwa pihak swasta, Edy Sujarwo, merupakan anak buahnya yang dimiliki jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ilegal. KPK meminta Azis membuktikan tudingannya.

"Terdakwa (Azis) menyangkal keterangan saksi hal biasa terjadi di persidangan.
Silahkan terdakwa buktikan sebaliknya," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Selasa, 4 Januari 2022.
Ali mengatakan pihaknya mempunyai bukti kuat sebelum menyeret Azis ke persidangan. Termasuk, bukti Jarwo merupakan anak buah Azis.

"Perlu kami sampaikan bahwa kami tentu telah memiliki bukti kuat atas dugaan perbuatan terdakwa," tegas Ali.

Ali menegaskan tudingan bukti ilegal yang disampaikan Azis hanya sepihak. Fakta persidangan justru menyebut kebalikan dari ucapan Azis.

"Dari fakta persidangan berdasarkan keterangan saksi (mantan Bupati Lampung Tengah) Mustafa, sudah sangat jelas ada korelasi peran Edi Sujarwo dengan perbuatan terdakwa. Fakta ini ini tidak terbantahkan," tutur Ali.

Lembaga Antikorupsi menegaskan Jarwo merupakan perpanjangan tangan Azis. KPK menegaskan siap membuktikan tudingannya itu.

"Perbuatan Edi Sujarwo justru memperkuat adanya petunjuk kedekatan yang bersangkutan dengan terdakwa (Azis) sebagai anggota DPR kala itu," ucap Ali.

Baca: Azis Syamsuddin Tuding Surat Bukti dari KPK Ilegal

Sebelumnya, Azis Syamsuddin membantah pihak swasta Edy Sujarwo merupakan anak buahnya. Azis bahkan menyebut bukti Jarwo merupakan anak buahnya yang dimilik JPU ilegal.

"Adapun surat dalam bukti yang disampaikan oleh JPU bahwa itu bukti mengenai surat yang ditandatangani oleh saudara Sujarwo, saya tidak pernah dikonsultasikan, dan tidak pernah tahu, dan surat itu adalah surat ilegal menurut saya," kata Azis dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 3 Januari 2022.

Azis menegaskan tidak pernah meminta Jarwo menjadi bawahannya. Dia mengaku bisa mempertanggungjawabkan klaimnya tersebut.

"Saya menyatakan bahwa hal-hal yang saya sampaikan ini dapat saya pertanggungjawabkan yang mulia," tegas Azis.

Azis didakwa menyuap mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id