comscore

Sindikat Penempatan Ilegal Pekerja Migran Tak Juga Kapok, BP2MI Ungkap Rentetan Kasus hingga Telan Korban Jiwa

Rosa Anggreati - 24 Januari 2022 21:06 WIB
Sindikat Penempatan Ilegal Pekerja Migran Tak Juga Kapok, BP2MI Ungkap Rentetan Kasus hingga Telan Korban Jiwa
Kepala BP2MI Benny Rhamdani pada konferensi pers virtual, Senin, 24 Januari 2022 (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Jakarta: Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) konsisten memberantas kasus penyelundupan pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal. 

Tercatat pada periode Desember 2021 hingga Januari 2022, ada sejumlah kasus teranyar penyelundupan PMI ilegal. 
Sejak peristiwa tenggelamnya kapal boat yang menyelundupkan PMI secara ilegal ke Johor Bahru (15 Desember 2021), yang menelan korban 11 orang dari 50 orang PMI, masih ada rentetan kejadian serupa yang kesemuanya menuju Johor Bahru Malaysia. 

Berdasarkan rekaputulasi data BP2MI, setelah peristiwa 15 Desember 2021, para pelaku penempatan ilegal masih saja beraksi, tidak jera. Bahkan, dalam upaya penempatan pekerja migran ilegal tersebut hingga menelan korban jiwa.

Rinciannya sebagai berikut:

1. Percobaan penempatan ilegal sebanyak 124 PMI ke Malaysia dari Kabupaten Batubara menuju Perairan Sinchan, Malaysia, pada 24 Desember 2021.

2. Pada 11 Januari 2022, Polda Kepri meringkus satu pelaku yakni Erna Esmawati (33) yang diamankan di Kecamatan Putri Hijau, Provinsi Bengkulu. Erna terlibat dalam jaringan sindikat penyaluran PMI secara ilegal dengan peran mengumpulkan para calon PMI atau merekrut para PMI yang hendak dikirim melalui cara ilegal.

Sindikat Penempatan Ilegal Pekerja Migran Tak Juga Kapok, BP2MI Ungkap Rentetan Kasus hingga Telan Korban Jiwa
Kepala BP2MI Benny Rhamdani (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

3. Speedboad tenggelam di Perairan Laut Selat Morong Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis pada Jumat, 14 Januari 2022, sekira Pukul 19.30 WIB. Speedboat mengangkut 21 penumpang, tiga orang di antaranya meninggal.

4. Kecelakaan speedboat membawa PMI di Pontian, Johor, pada 17 Januari 2022, pukul 23.00 waktu setempat. Sebanyak enam PMI meninggal dan tujuh PMI berhasil diselamatkan dalam kecelakaan laut tersebut.

Sindikat Penempatan Ilegal Pekerja Migran Tak Juga Kapok, BP2MI Ungkap Rentetan Kasus hingga Telan Korban Jiwa
Konferensi pers virtual menguak deretan kasus sindikat penempatan ilegal pekerja migran Indonesia (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

5. Pada 6 Januari 2022, Tim Gabungan (Polri dan Pangkalan Angkatan Laut-Lanal) menggagalkan penyelundupan 52 PMI ilegal dari Sumut ke Malaysia melalui jalur laut menggunakan kapal nelayan.

6. Speedboat tenggelam di Perairan Pengerang, Kota Tinggi, Johor, Malaysia, pada Kamis, 20 Januari 2022, sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Sebanyak 27 PMI diangkut di speedboat tersebut, lima orang di antaranya meninggal dan tiga lainnya belum ditemukan.

Sindikat Penempatan Ilegal Pekerja Migran Tak Juga Kapok, BP2MI Ungkap Rentetan Kasus hingga Telan Korban Jiwa
Konferensi pers virtual menguak deretan kasus sindikat penempatan ilegal pekerja migran Indonesia (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

"Dengan penangkapan tersebut membuktikan jika kita memiliki kemauan melakukan pencegahan dan sinergi masing-masing institusi kita kuatkan, maka pencegahan itu bisa kita lakukan. Penangkapan bisa kita lakukan," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani pada konferensi pers virtual, Senin, 24 Januari 2022.

Benny berharap kasus Johor Baru dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. "Hal ini akan berujung pada kemampuan negara menunjukkan kekuasaan, menujukkan negara tidak bisa dikalahkan oleh mafia atau sindikat. Jangan sampai aparatur negara kalah atau tunduk. Semoga kita semua bekerja demi kepentingan NKRI," ucap Benny tegas.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id