comscore

Mangkir, Edy Mulyadi Terancam Dijemput Paksa

Siti Yona Hukmana - 28 Januari 2022 16:40 WIB
Mangkir, Edy Mulyadi Terancam Dijemput Paksa
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Pengarang, Edy Mulyadi, mangkir dari panggilan pertama untuk diperiksa dalam kasus ujaran kebencian 'Kalimantan tempat jin buang anak'. Eks calon legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu terancam dijemput paksa jika pada pemanggilan kedua.

"Panggilan kedua dengan perintah membawa," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Jumat, 28 Januari 2022.
Menurut Agus, perintah membawa tidak perlu menunggu panggilan ketiga. Merujuk Pasal 112 ayat 2 KUHAP, orang yang dapat dijemput secara paksa adalah tersangka atau saksi.

Beleid itu berbunyi orang yang dipanggil wajib datang kepada penyidik. Jika dia tidak datang penyidik memanggil sekali lagi, dengan perintah kepada petugas untuk membawa kepadanya.

"Tadi koordinasi dengan Dirsiber cukup panggilan kedua dengan perintah membawa," tegas jenderal bintang tiga itu.

Agus tidak membeberkan alasan penyidik memerintahkan jemput paksa pada panggilan kedua. Menurut dia, Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri telah membuat rencana penyidikan.

"Penyidik ada mekanismenya, kalau enggak pas, ya silakan saja tempuh jalur praperadilan," ucap mantan Kabaharkam Polri itu.

Baca: Mangkir Panggilan Pertama, Pengacara Pastikan Edy Mulyadi Tak Kabur

Agus belum dapat memastikan waktu pengiriman surat panggilan kedua kepada Edy. Dia juga belum memastikan jadwal pemeriksaannya.

"Saya rasa bisa hari ini langsung diterbitkan (surat) atau Senin (31 Januari 2022)," ucap dia.

 Pengarang Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak/Istimewa Pengarang Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak/Istimewa
Pengarang Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak. Dok. Istimewa.

Edy Mulyadi dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terlapor pada pukul 10.00 WIB, Jumat, 28 Januari 2022. Namun, Edy ogah hadir lantaran surat panggilan itu dianggap tidak sesuai prosedur.

"Alasannya (tidak hadir), pertama prosedur pemangggilan tidak sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)," kata kuasa hukum Edy, Herman Kadir, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Januari 2022.

Edy dipersangkakan melanggar Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP yang mengatur terkait penyebaran berita bohong. Kemudian, Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mengatur terkait penghinaan dan ujaran kebencian, Pasal 156 KUHP tentang Tindak Pidana kebencian atau Permusuhan Individu dan atau Antargolongan.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id