Terdakwa Suap Benur Tak Konsisten, Hakim Meradang

    Candra Yuri Nuralam - 17 Juni 2021 02:55 WIB
    Terdakwa Suap Benur Tak Konsisten, Hakim Meradang
    Ilustrasi persidangan. Medcom.id/M Rizal



    Jakarta: Hakim ketua perkara suap ekspor benih lobster Albertus Usada meradang saat bertanya ke terdakwa sekaligus Komisaris PT PLI dan pendiri PT ACK Siswadhi Pranoto Loe. Albertus marah karena Siswadhi tidak konsisten saat dimintai keterangan tentang biaya ekspor per ekor benih lobster.

    Kemarahan hakim terjadi saat Siswadhi diminta menjelaskan pembagian biaya ekspor untuk PT ACK dan PT PLI. Kedua perusahaan itu membayar Rp1.800 untuk mengirimkan satu ekor benih lobster.

     



    "Kemarin ada Rp1.450 dan Rp350 sama dengan Rp1.800, sementara ada keterangan lain Rp1.500 dan Rp300. Ketemunya sama 1800. Coba saudara sebagai saksi dan terdakwa berapa nilai jumlah yang pasti tentu besaran ongkos angkut udaranya?" kata Albertus dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu, 16 Juni 2021.

    Siswadhi menjawab kedua perusahaan itu membayar Rp350 per kilogram. Hakim menilai jawaban Siswadhi ngaco.

    "Variabelnya adalah Rp1.800, berapa? komponennya ada dua, PLI dan ACK. PLI berapa? ACK berapa? ketemu Rp1.800. itu saja kok," ujar Albertus.

    Baca: Edhy Prabowo Berharap Divonis Bebas

    Siswadhi kemudian meralat jawabannya. Dia menyebut PT ACK membayar Rp1.500 dan PT PLI membayar Rp300 untuk mengekspor seekor benih lobster.

    Hakim kemudian meminta Siswadhi untuk jujur. Pasalnya, kata Albertus, data yang ada dalam dakwaan berbeda dengan keterangan Albertus.

    "Di penuntut umum Rp1.450 plus Rp350 mana ini yang benar? Dalam dakwaan itu Rp350 PLI, Rp1.450 adalah ACK. ini kok ada versi lain, Rp1.500 dan Rp300 bagaimana ini? mana yang pasti ini?" tutur Albertus.

    Siswadhi kembali meralat pernyataannya. Dia menyebut PT ACK membayar Rp1.450 dan PT PLI membayar Rp350 untuk mengekspor seekor benih lobster.

    Mendengar jawaban Siswadhi hakim meradang. Hakim meminta Siswadhi untuk menatapnya agar fokus menjawab pertanyaan.

    "Lihat mata saya! Mana yang benar?" gentak Albertus.

    Baca: Saksi Sebut Edhy Prabowo Kucurkan Uang ke Atlet Silat Uzbekistan

    Siswadhi menyebut jawaban keduanya sudah benar. Dia yakin jawaban keduanya tidak salah.

    Albertus kembali menegur Siswadhi atas jawabannya. Hakim kemudian meminta Siswadhi untuk konsisten menjawab pertanyaan agar fakta seputar suap menjadi terang.

    "Makanya saya memastikan yang pasti menyangkut angka, maka lihatlah catatan! Kalau anda lupa sepanjang catatan itu anda bawa! Kenapa saya harus nada tinggi lagi, saya nadanya teduh-teduh loh di awal, bergelombang lagi (marah)," tegas Hakim.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id