Eks Dirut Anak Usaha Jakpro Dicegah ke Luar Negeri

    Siti Yona Hukmana - 30 November 2021 16:42 WIB
    Eks Dirut Anak Usaha Jakpro Dicegah ke Luar Negeri
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) Ario Pramadhi dan VP Finance & IT PT JIP Christman Desanto dicegah ke luar negeri. Mereka menjadi tersangka dugaan korupsi pembangunan infrastruktur gigabit passive optical network (GPON) oleh PT JIP pada 2017-2018. 

    "Upaya pencekalan itu dilakukan agar yang bersangkutan tidak ke luar negeri," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 30 November 2021. 

     



    Saat ini, kedua tersangka belum ditahan. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri masih fokus memeriksa saksi dan ahli. 

    "Nanti kita lihat setelah dilakukan pemeriksaan ini, apa upaya-upaya yang dilakukan penyidik," ungkap Ramadhan. 

    Baca: Eks Dirut Anak Usaha PT Jakpro Korupsi Dana Pembangunan GPON

    Polisi juga masih mendalami kerugian keuangan negara akibat dugaan rasuah itu. Bareskrim Polri akan menyampaikan perkembangan perkara dalam waktu dekat.

    JIP merupakan anak usaha dari BUMD DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi dan jalan raya. JIP mempunyai pengalaman dalam bidang information and communication technology (ICT).

    Penyelidikan kasus dugaan korupsi di anak usaha PT Jakpro dimulai sejak 8 Februari 2021. Laporan polisi terkait kasus ini teregister dengan nomor LP/A/0072/II/2021/Bareskrim tertanggal 5 Februari 2021.

    Polisi mengendus penyelewengan kedua tersangka dalam pengadaan barang/jasa di PT JIP. Penyimpangan itu dimulai pada tahapan perencanaan pengadaan barang/jasa pembangunan insfrastruktur GPON. 

    Penyusunan Keputusan Direksi Nomor 33/JIP/SK/Kpts/XII/2016 tentang Ketentuan Pemilihan Mitra Usaha Kerja Sama Perseroan dalam Rangka Investasi Jangka Panjang PT JIP diduga dibuat dengan backdated (diberi tanggal mundur). Penetapan owners estimated (OE) juga tidak didukung data yang jelas.

    Selain itu, polisi menemukan pengetikan ulang rekening koran Bank Mandiri yang sudah dimodifikasi sejak 2017 sampai September 2018 untuk transaksi fiktif. Aksi ini ditaksir menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp104.141.203.173.

    Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id