Calon Hakim Agung Ibrahim Ditanya Soal Gaya Hidup

    Al Abrar - 29 Agustus 2016 17:43 WIB
    Calon Hakim Agung Ibrahim Ditanya Soal Gaya Hidup
    Calon Hakim Agung Ibrahim menjawab pertanyaan anggota dewan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR -- ANT/Akbar Nugroho Gumay
    medcom.id, Jakarta: Komisi III DPR kembali melanjutkan uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung. Kali ini, komisi yang membidangi hukum itu menguji calon hakim agung Ibrahim yang juga mantan Komisioner Komisi Yudisial (KY).

    Anggota Komisi III dari Fraksi Partai NasDem, Taufiqulhadi, yang mendapat giliran bertanya, langsung meminta klarifikasi terkait gaya hidup Ibrahim. Dia mengaku, mengantongi informasi yang menyebutkan Ibrahim mengidap megalomania, kelainan jiwa yang ditandai obsesi berlebihan terhadap dirinya karena merasa paling hebat dan berkuasa.

    "Yang saya dengar, Bapak kalau ke restoran, maka restoran itu harus ditutup karena harus bapak sendiri. Kalau di kampus, semuanya harus dibersihkan. Tolong Bapak jelaskan apakah betul atau tidak?" tanya Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/8/2016).

    Ibrahim jelas membantah. Menurutnya, selama memimpin KY ataupun sebagai pendidik, ia mempraktekan gaya hidup sederhana.

    "Kalau ke kampus, seperti biasa saja naik angkot. Yang terpenting bagaimana sebuah tugas menjadi amanah. Insya Allah gaya hidup (megalomania) itu tidak," kata Ibrahim.

    Demikian pula ketika menjabat sebagai Komisioner KY. Selama memimpin lembaga pengawas hakim itu, dia tidak pernah dikawal ajudan.

    "Di KY kalau keluar daerah tak butuh ajudan walaupun aturannya bisa," ujar Ibrahim.

    (Baca: Komisi III DPR Lanjutkan Seleksi Calon Hakim)

    Uji kelayakan dan kepatutan ini dipimpin Wakil Ketua DPR Benny K. Harman, didampingi Bambang Soesatyo dan Desmond J Mahesa. Pengujian dilakukan di ruang rapat Komisi III DPR. Sampai saat ini pengujian masih terus berlanjut.

    Calon hakim agung adalah:
    1. Ibrahim (Perdata)
    2. Panji Widagdo (Perdata)
    3. Setyawan Hartono (Perdata)
    4. Hidayat Manao (Militer)
    5. Edi Riadi (Agama)

    Calon hakim ad hoc Tipikor di MA:
    1. Dermawan S. Djamian
    2. Marsidin Namawi

    (NIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id