Desakan Pencopotan Dirkrimsus Terkait Surat Kapolri

    Siti Yona Hukmana - 24 Februari 2021 02:31 WIB
    Desakan Pencopotan Dirkrimsus Terkait Surat Kapolri
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus bersama Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis/Medcom.id/Siti.
    Jakarta: Polisi menjelaskan duduk perkara kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Ketua Bidang Investigasi Indonesia Police Watch (IPW) Joseph Erwiantoro. Proses kasus itu menimbulkan desakan pencopotan Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis. 

    Auliansyah dianggap tidak menuruti surat edaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Yakni, melakukan restorative justice terhadap kasus yang berkaitan dengan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    "Memang betul dikaitkan dengan surat edaran Pak Kapolri yang 19 Februari ditandatangani dan 22 Februari masuk ke Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Februari 2021. 

    Baca: Kapolri Diminta Copot Dirkrimsus Polda Metro Kombes Auliansyah

    Namun, Yusri memastikan Dirkrimsus Kombes Auliansyah dan jajaran tidak melanggar surat edaran Kapolri. Pasalnya, pemeriksaan Joseph sebagai tersangka hari ini mengutamakan mediasi dengan pelapor.

    "Kita tidak melakukan pemeriksaan, kita upayakan persuasif. Kemudian kita mediasi dengan si pelapor," ujar Yusri. 

    Namun, Yusri mengatakan polisi tidak bisa memaksakan kehendak pelapor. Damai tidaknya tergantung sikap pelapor. 

    "Kalau tidak terima (mediasi) hukum tetap berjalan. Tapi kita upayakan semaksimal mungkin mediasi dan tidak melakukan penahanan," ungkap Yusri. 

    Selanjutnya, Yusri memastikan mediasi akan terus diupayakan hingga kasus bergulir ke jaksa penuntut umum (JPU). Lagi-lagi, mediasi bisa dilakukan jika kedua belah pihak saling menyepakati. 

    Yusri mengungkapkan kasus itu dilaporkan oleh Agustinus Eko Rahardjo pada 20 November 2020. Joseph dilaporkan terkait  pencemaran nama baik atas cuitan di media sosial.

    Yusri tidak memerinci cuitan yang membuat Agustinus tersinggung. "Kita persangkakan di Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Penyelidikan berjalan sampai naik penyidikan dan terakhir penetapan tersangka," ungkap Yusri. 

    Yusri mengatakan Joseph ditetapkan sebagai tersangka pada awal Februari 2021. Penetapan tersangka dilakukan usai polisi mengantongi dua alat bukti yang cukup. Joseph dipanggil hari ini. 

    Sementara itu, Auliansyah emoh mengomentari desakan pencopotan dirinya. Dia telah puas dengan penjelasan Kombes Yusri.

    "Kan kabid humas sudah menjelaskan," ujarnya.

    Sebelumnya, Ketua Presidium IPW Neta S Pane mendesak Kapolri Listyo mencopot Kombes Auliansyah. Dia menganggap Auliansyah telah membangkang Kapolri dengan memproses kasus itu. 

    "Kapolri Listyo harus segera mencopot Kombes Auliansyah dan memerintahkan Propam Polri memeriksanya, karena melakukan pembangkangan terhadap perintah Kapolri tentang UU ITE," kata  Neta dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Februari 2021.


    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id