Muhammadiyah Minta Kapolri Tekan Potensi Konflik Terkait Agama

    Anggi Tondi Martaon - 19 Februari 2021 20:12 WIB
    Muhammadiyah Minta Kapolri Tekan Potensi Konflik Terkait Agama
    Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir menerima kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Yogyakarta, Jumat, 19 Februari 2021. Foto: Istimewa



    Jakarta: Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menaruh harapan besar kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Suksesor Jenderal (Purn) Idham Azis itu diharap mampu menjaga kerukunan beragama.

    Harapan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir saat menerima kunjungan Listyo. Pertemuan berlangsung di Kantor Pusat PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat, 19 Februari 2021. 






    "Hal-hal yang dapat menyinggung persoalan agama dapat dicegah sejak awal," kata Haedar dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Februari 2021.

    Baca: Kapolri Pastikan Pecat Anggota Terlibat Narkoba

    Menurut dia, Muhammadiyah konsisten menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal itu diwujudkan dalam pembangunan di sejumlah daerah di Indonesia. 

    "Muhammadiyah berbuat kebaikan tanpa membedakan agama," ujar dia.

    Listyo menyampaikan sejumlah rencana Polri dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Salah satunya membentuk virtual police. Tim ini bertugas menegur mereka yang melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    "Menegur jika ada kalimat-kalimat disampaikan masyarakat di media sosial yang kurang pas dan berpotensi melanggar UU ITE. Kemudian dijelaskan sebaiknya dia harus melakukan apa," kata Listyo. 

    Selain itu, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri itu bakal selektif menangani kasus berkaitan dengan pelanggaran UU ITE. Hal ini menjadi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Dia mengedepankan mediasi dalam menangani dugaan pelanggaran pasal karet di UU ITE. Namun, pelanggaran yang berakibat konflik dan keutuhan NKRI akan diproses.

    "Untuk hal-hal yang berpotensi terhadap konflik sesama bangsa dan berisiko memecah belah NKRI, kami akan proses, tak ada toleransi," ujar Listyo.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id