Pihak Eggi Sudjana Mengira Kasus Makar Sudah Selesai

    Siti Yona Hukmana - 03 Desember 2020 14:04 WIB
    Pihak Eggi Sudjana Mengira Kasus Makar Sudah Selesai
    Kuasa hukum mewakili Eggi Sudjana datang ke Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Pihak tersangka makar Eggi Sudjana mengaku heran kasusnya masih bergulir dan kembali dipanggil untuk pemeriksaan. Kubu Eggi mengira kasus makar telah selesai sebab tak ada perkembangan lanjutan. 

    Kasus makar Eggi bergulir sejak 17 April 2019. Eggi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik telah melakukan gelar perkara atas kasus tersebut dan menemukan alat bukti untuk menjerat Eggi.

    Polisi menahan Eggi di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Metro Jaya sejak 14 Mei 2019. Eggi sempat ditahan selama 42 hari.

    Kemudian, penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Eggi pada 24 Juni 2020. Eggi menjadi tahanan kota sejak saat itu.

    Baca: Kapolda Metro Ingin Tuntaskan Kasus Eggi Sudjana

    Polisi telah melimpahkan berkas perkara tahap I ke Kejaksaan. Namun, kasus Eggi tidak ada perkembangan. Baik di kepolisian maupun di Kejaksaan. Terakhir, Eggi meminta kasusnya dihentikan.

    Namun, Pihak Eggi tidak pernah menerima surat penanguhan penahanan. Dia dibebaskan setelah mendapat jaminan dari pihak keluarga dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pada 24 Juni 2019.

    "Secara bahasa hukumnya dilepaskan begitu saja, dengan syarat wajib lapor," kata Kuasa Hukum Eggi, Hisbullah Assidiqi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Desember 2020.

    Hisbullah mengatakan Eggi selalu datang ke Polda Metro Jaya dua kali seminggu selama proses wajib lapor. Proses itu dijalankan hingga Eggi dinyatakan bebas total.

    "Suatu ketika itu disampaikan oleh kepala satuan (kasat), sudah tidak perlu lagi wajib lapor," ujar Hisbullah yang juga putra Eggi. 

    Eggi mencabut semua gugatan kepada polisi menyusul perkembangan ini. Baik gugatan praperadilan hingga pengaduan laporan ke Ombudsman dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM)

    "Harapan kita pada saat itu, menilai asumsinya (kasus) ini sudah clear (selesai) dan tidak perlu lagi dipersoalkan," kata Hisbullah.

    Hisbullah menilai makar dari sisi hukum tidak terjadi. Terbukti dengan pemerintahan berjalan dengan baik dan tak  ada gangguan proses politik.

    "Tidak ada pihak yang dirugikan dalam hal itu. Baik itu pemerintah, masyarakat, maupun pelapor sendiri. Sekarang, pelapor sendiri apa kerugiannya meskipun dia relawan Jokowi?" ujar Hisbullah heran.

    Dia berpikir positif kepada kepolisian terkait panggilan pertama yang dilakukan terhadap Eggi hari ini. Dia berharap pemanggilan ini untuk kepastian hukum atas kasus makar tersebut.
     
    "Nanti kita minta klarifikasi kepada penyidik," tutur Hisbullah.

    Sebelumnya, beredar surat pemanggilan terhadap Eggi Sudjana sebagai tersangka makar. Surat panggilan bernomor S.Pgl/1802/XII/2020/Ditreskrimum itu ditandatangani oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat. 

    Baca: Rayakan Ulang Tahun, Eggi Sudjana Tak Hadiri Panggilan Penyidik

    Eggi diduga melakukan tindak kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

    Dia dianggap menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap. Eggi mengucapkan akan mengerahkan massa atau people power jika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 curang. Dia menyampaikan itu di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.

    Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id