Kenekatan Juliari Memperkaya Diri Mengecewakan Jokowi

    Theofilus Ifan Sucipto - 06 Desember 2020 08:09 WIB
    Kenekatan Juliari Memperkaya Diri Mengecewakan Jokowi
    Presiden Joko Widodo dalam sambutannya terkait Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020. Foto: Sekretariat Kepresidenan
    Jakarta: Terjeratnya Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara dalam kasus korupsi dinilai menjadi preseden buruk bagi Presiden Joko Widodo. Tindakan Juliari bakal mengecewakan Kepala Negara dan masyarakat di tengah pandemi virus korona (covid-19).

    “Ini tamparan keras dan kesalahannya sangat berat karena korupsi bantuan sosial (bansos) covid-19,” kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie kepada Medcom.id, Minggu, 6 Desember 2020.

    Menurut dia, Juliari seolah tak acuh pada keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia nekat memperkaya diri sendiri dengan fulus yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat untuk bertahan saat pandemi.

    Baca: Total Uang Korupsi untuk Mensos Juliari Diduga Capai Rp17 Miliar

    “Ini menambah deretan polisi PDI Perjuangan yang terjerat korupsi dan memperburuk citra partai pada pemilihan presiden (pilpres) 2024,” ujar dia.

    Jerry mengatakan sudah ada empat menteri terjerat kasus rasuah selama dua periode Jokowi menjabat. Mereka yakni eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, eks Mensos Idrus Marham, eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, dan teranyar Juliari.

    "Ini sangat bobrok dan menjadi catatan buruk dalam pemerintahannya," tutur Jerry.

    Jokowi, kata Jerry, perlu mengevaluasi kinerja menteri sejak dini. Dia yakin ketegasan Jokowi untuk merombak kabinet bisa menjadi upaya penyelamatan.

    “Kalau Jokowi mau reshuffle kabinet maka bisa menghindari dan mencegah (menteri yang melakukan) tindak pidana korupsi,” ujar dia.

    Jerry menyebut reshuffle perlu dilakukan setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Presiden bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk melihat serapan anggaran dan kinerja menteri yang tidak maksimal.

    Reshuffle perlu dilakukan agar kepercayaan publik pada pemerintah tak turun. Jokowi pasti tahu siapa yang bersih dan siapa yang tidak,” papar Jerry.

    Juliari menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah terkait bansos covid-19 untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020. Beberapa tersangka ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT).
     
    Juliari diduga dijanjikan menerima uang Rp17 miliar dari pengadaan bansos covid-19 di wilayah Jabodetabek pada 2020. Uang itu bakal diterima dalam dua periode pengadaan bansos sembako di Kementerian Sosial (Kemensos).
     
    Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan Juliari diduga telah menerima aliran uang pengadaan paket bansos sembako periode pertama. Dia diduga menerima Juliari sekitar Rp8,2 miliar.
     
    Uang itu berasal dari total fee Rp12 miliar yang diberikan secara tunai kepada Juliari dan dua anak buahnya, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyuno (AW). Matheus dan Adi ditunjuk Juliari menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos dan mengurus penunjukan langsung pengadaan sembako untuk perusahaan yang telah disepakati.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id