KPK Telusuri Aset Gelap Eks Bupati Nganjuk

    Fachri Audhia Hafiez - 14 Oktober 2020 13:22 WIB
    KPK Telusuri Aset Gelap Eks Bupati Nganjuk
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. Pemeriksaan terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga dilakukan Taufiqurrahman.

    "Diperiksa dengan kapasitas sebagai tersangka," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Ali belum dapat membeberkan materi pemeriksaan yang bakal difokuskan. Penyidik diduga masih mendalami aset terkait pencucian uang yang dilakukan Taufiqurrahman.

    Lembaga Antikorupsi baru-baru ini juga menyita tanah seluas 0,8 hektare (ha) di Desa Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, milik Taufiqurrahman. Penyitaan dilakukan usai memperoleh izin dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

    Baca: Tanah Diduga Hasil Pencucian Uang Bupati Nganjuk Disita

    KPK telah menetapkan Taufiqurrahman sebagai tersangka TPPU pada 8 Januari 2018. Dalam pengembangan perkara, KPK menemukan dugaan penerimaan lain Taufiqurrahman terkait fee proyek, fee perizinan, dan fee promosi atau mutasi jabatan.

    Nilai pendapatan gelap Taufiqurrahman selama periode 2013-2017 sekitar Rp5 miliar. Taufiqurrahman diduga membelanjakan hasil gratifikasi menjadi kendaraan yang mengatasnamakan orang lain, tanah, uang tunai, maupun bentuk aset lain.

    Taufiqurrahman disangkakan melanggar Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id