Purnawirawan TNI: Penembakan Empat Pengawal Rizieq Excessive Use of Force

    Cindy - 17 Januari 2021 13:49 WIB
    Purnawirawan TNI: Penembakan Empat Pengawal Rizieq <i>Excessive Use of Force</i>
    Ilustrasi/Medcom.id


    Jakarta: Penembakan empat pengikut Muhammad Rizieq Shihab disebut sebagai excessive use of force atau penggunaan senjata yang belebihan dari pihak kepolisian. Tindakan itu tidak bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat.

    "Insiden KM 50 adalah excessive use of force. Sementara itu, sesuai Undang-Undang pelanggaran HAM berat adalah yang terstruktur, terencana, diulangi menyebabkan suatu hal yang luas. Ini tidak," kata Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto dalam diskusi Crosscheck from Home by Medcom.id, Minggu, 17 Januari 2021.




    Ponto mengatakan publik tidak memahami maksud pelanggaran HAM yang sebenarnya. Menurut dia, apapun kasusnya, baik itu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga pembunuhan, termasuk pelanggaran HAM.

    "Kalau pembunuhan itu ya pelanggaran HAM. Kalau pakai bom pembunuhan oleh teroris, kalau polisi tadi itu excessive use of force," ucapnya.

    Baca: Pengawal Rizieq Tak Sadar Dibuntuti Polisi

    Di sisi lain, dia membeberkan penyebab penggunaan senjata secara berlebihan. Salah satunya masalah di rumah yang mempengaruhi mental aparat.

    Selain itu, aparat kerap bertindak untuk kepentingan orang banyak dalam situasi genting. Situasi genting yang dimaksud saat empat eks anggota Front Pembela Islam (FPI) mencoba merebut senjata polisi di dalam mobil.

    "Sebagai pelaksana tugas seperti saya, kita punya keyakinan demi kepentingan orang banyak, saya harus ambil keputusan ini. Kalau lama-lama nanti lepas (tembakan) barang kali di mobil," kata dia.

    Ponto mengatakan insiden penembakan tersebut patut dibawa ke pengadilan tindak pidana. Sehingga, kejadian serupa tak kembali terulang.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id