Jika Praperadilan Ditolak, Rizieq Diminta Tak Kecewa

    Wandi Yusuf - 05 Januari 2021 07:36 WIB
    Jika Praperadilan Ditolak, Rizieq Diminta Tak Kecewa
    Rizieq Shihab. Foto: Medcom.id/Candra
    Jakarta: Pakar hukum pidana Edi Saputra Hasibuan meminta Muhammad Rizieq Shihab dan pendukungnya tak kecewa jika praperadilan yang diajukan ditolak. Ia meyakini hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menangani perkara ini bakal independen.

    "(Jika ditolak) tidak anarkistis, tidak ribut, itu yang paling penting. Semua pihak betul-betul menjaga keamanan, masyarakat juga bisa tenang," ujar Edi melalui keterangan tertulis, Selasa, 5 Januari 2021.

    Edi juga mengingatkan bahwa proses peradilan, termasuk sidang praperadilan, tidak bisa dijadikan sebagai panggung pemohon untuk membuat opini. Menurut Edi, hakim tidak akan terpengaruh desakan atau opini publik.

    "Kita minta hakim betul-betul memberikan suatu putusan yang independen," tegas Edi.

    Menurutnya, polisi pasti memiliki dasar kuat menetapkan Rizieq sebagai tersangka, lalu menahannya. Keputusan ini pasti sudah melalui proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

    "Polisi pasti memiliki alasan menetapkan tersangka. Rizieq juga memiliki alasan kenapa mengajukan praperadilan. Saya kira tinggal kita lihat saja putusannya seperti apa nanti. Kita harapkan semua bisa menerima putusan ini," kata Edi.

    Baca: Rizieq Shihab Tak Hadir di Sidang Perdana Praperadilan

    Pengamat kepolisian Irjen (Purn) Sisno Adiwinoto mengatakan gugatan praperadilan adalah hak dari terperiksa atau tersangka sebelum disidangkan. Dia pun yakin, hakim bisa memutus gugatan ini secara independen.

    Rizieq Shihab resmi mendaftarkan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan. Permohonan praperadilan tersebut didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 15 Desember 2020.
     
    Selain menyoal terkait penetapan tersangka, tim advokasi keberatan Rizieq ditahan di Rutan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Permohonan praperadilan itu terdaftar dengan nomor 150/Pid.Pra/2020/PN.Jkt.Sel.

    Sidang perdana dimulai pada Senin, 4 Januari 2021. Sidang dilanjutkan hari ini, Selasa, 5 Januari, dengan agenda pembacaan tanggapan dari pihak termohon, yaitu kepolisian atas surat permohonan praperadilan.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id