Praktik Home Industri Ganja Sintetis Dibongkar, 4 Orang Ditangkap

    Christian - 04 Maret 2021 00:22 WIB
    Praktik <i>Home</i> Industri Ganja Sintetis Dibongkar, 4 Orang Ditangkap
    Konferensi pers home industri ganja sintetis. Medcom.id/Christian



    Jakarta: Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar praktik home industri ganja sintetis di Kembangan, Jakarta Pusat. Sebanyak empat pelaku, yakni RJ, 21; RAP, 18; MFR, 18; dan RH, 18 ditangkap di dua lokasi berbeda.

    "Semua tersangka ada empat, lokasi penangkapannya berbeda provinsi. Dua tersangka pemilik home industri ditangkap di wilayah Jakarta Barat, sedangkan dua tersangka hasil pengembangan lainnya ditangkap di Bandung, Jawa Barat," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Rabu, 3 Maret 2021.






    Setyo mengungkapkan dua tersangka yang ditangkap di Bandung, Jawa Barat, yakni MFR dan RH. Keduanya ditangkap di sebuah hotel.

    Dia menuturkan pemilik home industri ganja sintesis, RJ dan RAP alias Eza, bisa memproduksi 4 kilogram (kg) ganja sintetis. Sedangkan, MRF dan RH ialah kaki tangan di Jakarta Barat.

    (Baca: Pemesan Narkoba di Rutan Polres Jaksel Manfaatkan Jam Besuk)

    "Mereka dapat bahan baku kimia itu dari pemasaran online. Teknis pembuatan dan pemasaran yang dilakukan tersangka juga online," beber dia.

    Sementara itu, Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom mengungkapkan pelaku menjual ganja sintetis itu ke kalangan remaja. Pelaku berjualan secara daring.

    "Penjualan lewat Instagram, WhatsApp dan Facebook. Mereka belajar sendiri dan pemasaran mereka Jakarta dan Bandung. Mereka sudah 2 tahun memproduksi," beber dia.

    Maulana mengungkapkan para pelaku yang merupakan lulusan SMA belajar membuat ganja sintetis secara otodidak. Dia menegaskan perbuatan pelaku dapat merusak kesehatan masyarakat. Sebab, dampak penggunaan tembakau itu melebihi ganja murni.

    Para tersangka dijerat Pasal 112 dan 113 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku terancam pidana penjara maksimal 20 tahun.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id