Polri Jelaskan Alasan Penerbitan Hingga Pencabutan Aturan Terkait Peliputan

    Siti Yona Hukmana - 06 April 2021 18:43 WIB
    Polri Jelaskan Alasan Penerbitan Hingga Pencabutan Aturan Terkait Peliputan
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat mengeluarkan Surat Telegram (ST) Nomor: ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tentang Aturan Pelaksanaan Peliputan yang Bermuatan Kekerasan dan atau Kejahatan dalam Program Siaran Jurnalistik. Telegram itu menuai polemik hingga dicabut.

    "Tujuannya Mabes Polri memberikan petunjuk dan arahan kepada pengemban fungsi humas di kewilayahan," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 6 April 2021.






    Rusdi menjelaskan petunjuk arah itu terdapat dalam pelaksanaan tugas pokok, yakni lebih profesional dan humanis. Dia menyebut tugas pokok itu tertuang dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

    "Yaitu tugas pokok sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum (gakkum), pelindung, dan pengayom masyarakat ke depannya akan semakin baik, profesional, dan humanis," ujar jenderal bintang satu itu.

    (Baca: TR Dicabut, Kapolri Bebaskan Peliputan)

    Dengan begitu, dia mengatakan Polri lebih profesional dan humanis di hadapan masyarakat. Dia mengakui surat telegram multitafsir di masyarakat. Instruksi seakan ditujukan kepada media nasional.

    "Tafsir-tafsir ini Polri sangat menghargai dan sangat memahami. Tentunya dalam STR itu hanya menyangkut internal saja, tidak menyangkut daripada pihak di luar polri itu sendiri," jelas dia.

    Lantaran itu, surat telegram dicabut. Hal ini untuk mencegah munculnya kembali multitafsir di kemudian hari.

    "Sekali lagi, STR 750 telah dibatalkan dengan munculnya STR 759," ungkap Rusdi.

    Salah satu instruksi dalam Surat Telegram Nomor 750 itu menuai polemik. Yakni pelarangan media menyiarkan upaya atau tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan dan diimbau untuk menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas namun humanis.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id