Suap Bowo Sidik, Eks Direktur PT HTK Divonis 17 Bulan Penjara

    Fachri Audhia Hafiez - 30 November 2020 19:53 WIB
    Suap Bowo Sidik, Eks Direktur PT HTK Divonis 17 Bulan Penjara
    Ilustrasi hukuman. Medcom.id
    Jakarta: Mantan Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Taufik Agustono, divonis satu tahun lima bulan penjara serta denda Rp100 juta subsider empat bulan kurungan. Dia terbukti menyuap mantan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso terkait sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

    "Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Ponto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin, 30 November 2020.

    Hukuman ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta Taufik divonis dua tahun serta didenda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan. Hukuman Taufik diperberat lantaran tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

    Sedangkan pertimbangan hukuman yang meringankan, terdakwa berlaku sopan selama proses persidangan serta belum pernah dihukum. Jaksa dan kuasa hukum Taufik menyatakan pikir-pikir atas vonis itu.

    Dalam dakwaan, Taufik bersama rekannya Asty Winasti menyuap Bowo Sidik Pangarso senilai USD163.733 dan Rp311 juta. Suap diberikan secara bertahap melalui orang kepercayaan Bowo, M Indung Andriani, pada 2018-2019.

    Suap diberikan agar Bowo selaku anggota Komisi VI DPR yang bermitra dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantu PT HTK. Bantuan itu berupa memperoleh kerja sama pekerjaan pengangkutan atau sewa kapal dengan PT Pilog.

    Taufik terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kedua.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id