Kejagung Periksa Eks Komut dan Sekretaris Dirut ASABRI

    Theofilus Ifan Sucipto - 04 Mei 2021 17:42 WIB
    Kejagung Periksa Eks Komut dan Sekretaris Dirut ASABRI
    Ilustrasi Kejaksaan Agung. MI/Pius Erlangga



    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa petinggi dan eks pejabat PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Mereka ialah eks Komisaris Utama ASABRI, IW, dan Sekretaris Direktur Utama ASABRI, TN.

    “Mereka diperiksa terkait pihak yang melaksanakan pengawasan direksi PT ASABRI,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Mei 2021.






    Keduanya diperiksa sebagai saksi. Leonard menyebut keduanya juga mewakili Kementerian BUMN saat menjabat sebagai Komisaris Utama pada 2014 hingga 2017.

    Selain IW dan TN, Kejagung memeriksa Presiden Direktur PT Ciptadana Sekuritas Asia (CSA), JHT. Dia diperiksa sebagai broker transaksi ASABRI.

    Leonard menyebut seluruh saksi mengungkapkan apa yang mereka dengar, lihat, dan alami sendiri. Informasi itu untuk membantu penyidik menemukan fakta hukum tentang korupsi di ASABRI.

    "Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan,” papar dia.

    Baca: Dugaan Korupsi di ASABRI Diselisik Melalui 3 Saksi

    Kejagung menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi di ASABRI yang merugikan negara mencapai Rp23,7 triliun itu. Di antaranya, dua terpidana kasus korupsi Jiwasraya Benny Tjokrosaputro (BTS) dan Heru Hidayat (HH).

    Tersangka lainnya, Direktur Utama (Dirut) ASABRI periode 2011-Maret 2016, Adam Rachmat Damiri (ARD); Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020, Sonny Widjaja (SW); Dirut Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014, BE; Dirut ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019 HS. Kemudian, Kepala Divisi Investasi ASABRI periode Juli 2012-Januari 2017, Ilham W Siregar (IWS); Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi (LP); dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship Jimmy Sutopo (JS).

    Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Mereka juga dijerat Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id