• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pengacara Bisa Bantu Klien Tunda Pemeriksaan

Damar Iradat - 11 Mei 2018 21:13 wib
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyebut, hal yang wajar pengacara membantu menunda pemeriksaan kliennya. Sebab, beberapa tersangka merasa grogi saat menjalani pemeriksaan pertamanya.

Hal ini disampaikan Boyamin saat dihadirkan sebagai saksi meringankan untuk terdakwa Fredrich Yunadi. Awalnya, tim penasihat hukum Fredrich bertanya soal kewajiban pengacara untuk membantu kliennya yang tidak ingin memenuhi panggilan pemeriksaan.

"Biasanya tersangka nervous pada pemanggilan pertama. Pasti minta ditunda. Saya begitu dan teman-teman saya yang lain juga begitu," ujar Boyamin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Mei 2018.

Ia menjelaskan, seorang tersangka yang akan menjalani pemeriksaan biasanya merasa panik dan khawatir. Hal itu membuat tersangka terlihat tidak sehat. 

Boyamin melanjutkan, saat menghadapi situasi seperti itu, pengacara biasanya menyarankan agar kliennya meminta surat keterangan sakit kepada dokter. Surat itu kemudian diserahkan kepada penegak hukum.

"Surat itu dijadikan alasan untuk tidak menghadiri pemanggilan oleh penegak hukum," ungkapnya. 

Fredrich Yunadi sebelumnya didakwa bekerja sama dengan dokter Bimanesh Sutarjo untuk menghindarkan Novanto untuk diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-el. Ia disebut menyarankan agar Novanto tidak memenuhi panggilan KPK.

Fredrich diduga meminta Bimanesh untuk merekayasa hasil pemeriksaan kesehatan Novanto. Saat itu, Novanto memang tengah diburu oleh KPK lantaran tak juga memenuhi panggilan komisi antirasuah tersebut.

Atas perbuatannya, Fredrich didakwa dengan Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.


(JMS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.