Alasan KPK Menghentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi

    Candra Yuri Nuralam - 23 Februari 2020 12:26 WIB
    Alasan KPK Menghentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi
    Diskusi Crosscheck by Medcom.id dengan tema Dear KPK, Kok Main Hapus Kasus?, di Upnormal Caffe and Roasted, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Februari 2020. Foto: Medcom/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Pelaksana tugas (Plt) juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menyebut 36 kasus yang dihentikan oleh KPK merupakan kasus mangkrak. Kasus yang disetop masih tahap penyelidikan. 

    "Kami sampaikan bahwa ini penyelidikan tertutup, ini yang biasanya operasi tangkap tangan," kata Ali dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id dengan tema Dear KPK, Kok Main Hapus Kasus?, di Upnormal Caffe and Roasted, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Februari 2020.

    Baca: KPK Hentikan Penyelidikan 36 Kasus

    Ali mengatakan kasus diputuskan ditutup berdasarkan evaluasi tahunan yang dilakukan Korps Antirasuah. Salah satu alasan kuat menutup 36 kasus ini lantaran penyelidik tak kunjung mendapati terduga pelaku.

    "Belum terjadi tangkap tangan, masih lidik, makanya tertutup, itu surat perintah penyelidikannya masih ada padahal sudah bertahun-tahun, belum tertangkap terduga pelakunya," ujar Ali.

    Alasan KPK Menghentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi
    Plt juru bicbara KPK Ali Fikri. Medcom/Arga Sumantri

    Menurut Ali, KPK juga tidak menemukan bukti cukup untuk melakukan penangkapan. Lembaga Antikorupsi juga tidak ingin menggantung nasib orang. Menurut Ali, penghentian kasus itu demi kepastian hukum.

    "Kalau misal saya melaporkan akan ada indikasi suap, ternyata saat diselidiki tidak ditemukan komunikasi, barang bukti. Kita sampaikan, di lapangan tidak seluruhnya  dapat bukti, banyak faktor," tutur Ali.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id