Pencemar Nama Baik Ahok Minta Belas Kasihan

    Siti Yona Hukmana - 30 Juli 2020 22:50 WIB
    Pencemar Nama Baik Ahok Minta Belas Kasihan
    KS, 67, (rompi merah) berharap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuka kesempatan untuk memediasi kasus yang menjeratnya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: KS, 67, pelaku pencemaran nama baik terhadap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok minta belas kasihan. Dia menyesal telah menghina Ahok dan keluarga.

    "Saya menyesal setelah tahu begini, tapi nasi sudah menjadi bubur. Saya harus mencari solusinya dan saya betul-betul minta maaf kepada Bapak BTP, sekiranya ada jalan untuk mediasi melalui pengacaranya Bapak Ahmad Ramzy," kata KS di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2020.

    KS berharap Ahok membuka kesempatan untuk memediasi kasus yang menjeratnya. Dia mengaku tak bisa menjalani hukuman yang disangkakan karena telah berusia senja.

    "Jika saya harus menjalankan hukuman seperti itu, saya kira saya tidak akan sanggup bertahan lama. Saya mempunyai penyakit-penyakit kronis," tutur warga Bali itu.

    KS mengaku khilaf telah mencemarkan nama baik Ahok. Dia tersulut emosi karena merasa kasihan dengan mantan istri Ahok, Veronica Tan.

    Baca: Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Tidak Ditahan

    KS merupakan penggemar Veronica. Dia tergabung dalam grup Veronica Lover.

    "Kami tidak ada tunggangan politik atau golongan-golongan tertentu. Murni hanya berdasarkan nalar dan nurani kaum wanita," ungkap dia.

    Motif KS mengaku melakukan pencemaran nama baik itu diketahui untuk menambah like dari pengikutnya di Instagram. Selain itu, dia juga ingin mendapatkan komentar sepemikiran dari pengguna Instagram lain.

    KS melakukan pencemaran nama baik terhadap Ahok dalam akun Instagramnya @ito.kurnia. Dia memposting foto istri Ahok, Puput Nastiti Devi, dan anaknya yang telah disandingkan dengan gambar binatang serta membuat kalimat-kalimat tidak pantas.

    KS ditangkap di Bali pada Rabu, 29 Juli 2020. Dia dijerat Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id