13 Saksi Diperiksa Terkait Suap RTH Kota Bandung

    Candra Yuri Nuralam - 18 Maret 2020 11:15 WIB
    13 Saksi Diperiksa Terkait Suap RTH Kota Bandung
    Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri

    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyidik kasus suap pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau di Pemerintah Kota Bandung Tahun 2012 dan 2013. Penyidik memanggil 13 saksi.

    "Mereka semua dipanggil untuk tersangka DS (eks anggota DPRD Bandung Dadang Suganda)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu 18 Maret 2020.

    Ali mengungkapkan ke-13 orang itu terdiri dari lima ibu rumah tangga, Fatmasari; Imas Marfuah; Juju Royani; Mustikawati; dan Neneng Rodiah. Kemudian, lima karyawan swasta, Nurdin Saepudin; Atep Sahara Nuryakin; Meganita Krameswari; Hasbullan; dan Ikin Sodikin. Serta dua pensiunan pegawai negeri, Marliah, dan Evieta, dan seorang wiraswasta Jenny Julian Lubis.

    Ali menuturkan penyidik bakal menggali hubungan para saksi dengan Dadang. Keterangan mereka penitng untuk pendalaman bukti.

    “Pemeriksaan di Kantor Polrestabes Bandung,” beber Ali.

    Kasus ini bermula pada 2011. Wali Kota Bandung Dada Rosada menetapkan lokasi pengadaan tanah untuk RTH. Anggaran diusulkan Rp15 miliar untuk 10 ribu meter persegi di 2012.

    Sejumlah anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bandung meminta penambahan anggaran untuk menambah lokasi RTH. Anggaran diusulkan Rp 57,21 miliar untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2012. 

    Lokasi lahan yang akan dibeli atau dibebaskan telah disiapkan dari warga sebagai pemilik tanah. Upaya ini diduga dilakukan supaya beberapa pihak memperoleh keuntungan.

    Penambahan anggaran diajukan kembali dari Rp57 miliar menjadi Rp123, 93 miliar pada September 2012. Total anggaran yang direalisasikan Rp115,22 miliar di tujuh kecamatan yang terdiri dari 210 bidang tanah.

    (Baca: Makelar Tanah Tersangka Kasus RTH Kota Bandung)

    Pembelian lahan diduga menggunakan jasa orang ketiga. Mekelar ini adalah anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 Kader Slamet yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, ada Dadang Suganda.

    Dadang menggunakan kedekatannya dengan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi. Edi divonis bersalah dalam perkara suap terhadap seorang hakim dalam penanganan perkara korupsi bantuan sosial (bansos) di Pemerintah Kota Bandung.

    Edi Siswadi memerintahkan Kepala Dinas Pengelolaan dan Keuangan Daerah Herry Nurhayat membantu Dadang dalam proses pengadaan tanah. Herry juga yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Dadang kemudian membeli tanah pada sejumlah pemilik tanah atau ahli waris di Bandung dengan nilai lebih rendah dari nilai jual objek pajak (NJOP) setempat.

    Setelah tanah tersedia, Pemerintah Kota Bandung membayarkan Rp43,65 miliar kepada Dadang. Namun Dadang hanya memberikan Rp13,5 miliar pada pemilik tanah sehingga diduga Dadang diperkaya sekitar Rp30 miliar.

    Uang hasil rasuah itu selanjutnya diberikan kepada Edi Siswandi Rp10 miliar. Fulus digunakan untuk menyuap hakim dalam perkara Bansos di Pengadilan Negeri Kota Bandung.

    Dadang disangkakan melanggar Pasal Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Hery Nurhayat sendiri tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id