Eks Dirut Perum Perindo Dituntut 5 Tahun Penjara

    Fachri Audhia Hafiez - 21 Mei 2020 10:36 WIB
    Eks Dirut Perum Perindo Dituntut 5 Tahun Penjara
    Eks Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda. Foto: Antara Foto/Galih Pradipta
    Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut eks Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda dihukum lima tahun penjara. Risyanto dinilai terbukti melakukan suap dan gratifikasi terkait kuota impor ikan.

    "Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Risyanto Suanda terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata JPU KPK M Nur Azis saat membacakan surat putusan, Rabu, 20 Mei 2020.

    Risyanto turut dikenakan pidana denda Rp500 juta subsider empat bulan kurungan. Jaksa juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa uang pengganti Rp1,244 miliar.

    Pengganti tersebut mesti dibayarkan satu bulan setelah memperoleh kekuatan hukum tetap. Jika tak mampu membayar, diganti dengan pidana penjara selama dua tahun.

    Hukuman yang mesti diterima Risyanto itu karena dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintah yang bersih dari korupsi. Dia juga melakukan kejahatan rasuah sebagai pejabat eselon I BUMN.

    Hal yang meringankan hukuman Risyanto di antaranya belum pernah dihukum, bersikap sopan selama jalannya persidangan, dan telah mengembalikan sebagian gratifikasi yang diterima.

    Dalam perkara suap, Risyanto diyakini terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Sedangkan perkara gratifikasi, Risyanto dinilai terbukti melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RNomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 ayat (1).

    Baca: Eks Dirut Perum Perindo Didakwa Terima Gratifikasi Rp1,2 Miliar

    Perkara suap

    Risyanto diyakini menerima suap yang berasal dari Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera (PT NAS), Mujib Mustofa. Ia menerima USD30 ribu.

    Pemberian uang agar Mujib dapat memanfaatkan persetujuan impor hasil perikanan berupa frozen pasific mackarell scomber japonicus atau ikan salem milik Perum Perindo. Suap terjadi pada 23 September 2019.

    Mujib meminta keringanan pemberian margin keuntungan untuk Perum Perindo yang sebelumnya Rp1.000/kg menjadi Rp500/kg atas hasil impor periode 2019. Namun Risyanto merestui Rp700/kg.

    Perkara gratifikasi

    Risyanto diyakini menerima USD30 ribu dari Komisaris PT Inti Samudera Hasilindo Richard Alexander Anthony. Uang rasuah juga berasal dari Direktur Utama PT Yfin Internasional Juniusco Cuaca alias Jack Goa alias Jack Yfin sebesar SGD30 ribu.

    Dia juga menerima SGD50 ribu dari Desmond Previn selaku pengusaha di bidang perikanan. Jaksa menyebut Risyanto menerima fulus itu sejak Februari-September 2019.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id