Mantan Bos Deltras Sidoarjo Dipanggil KPK

    Candra Yuri Nuralam - 26 Februari 2020 11:41 WIB
    Mantan Bos Deltras Sidoarjo Dipanggil KPK
    Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Mantan Ketua Umum klub sepak bola Delta Raya Sidoarjo (Deltras), Mafirion, dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa dalam kasus dugaan suap pengadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

    "Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IG (pengusaha Ibnu Ghofur)," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Februari 2020.

    Menurut dia, Mafirion akan dikorek soal hubungannya dengan Ghofur. Selain Mafirion, KPK memanggil mantan Manajer Deltras Sidoarjo, Yudha Pratama, sebagai saksi di kasus yang sama. Keterangan keduanya bakal menguatkan bukti yang ditemukan penyidik.

    Deltras Sidoarjo terseret kasus setelah anak Bupati nonaktif Sidoarjo Saiful Ilah, Achmad Amir Aslichin, diperiksa, Selasa, 18 Februari 2020. Achmad diperiksa terkait pekerjaannya saat masih mengurus Deltras. Penyidik menggali informasi seputar pendanaan Deltrast.

    "Dari mana sumber pendanaannya Deltras dan lain-lain," kata Ali Fikri, kala itu. 

    Klub bola itu diduga ikut kecipratan uang haram kasus dugaan suap pengadaan proyek infrastruktur di Sidoarjo yang menyeret Saiful Ilah. Hubungan antara Ibnu Ghofur dan Achmad Amir pun didalami.

    KPK menetapkan enam orang tersangka dalam kasus suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Sidoarjo. Selain tersangka, KPK mengamankan barang bukti uang Rp1,8 miliar.
     
    Mantan Bos Deltras Sidoarjo Dipanggil KPK
    Bupati nonaktif Sidoarjo, Jatim, Saiful Ilah, keluar seusai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020. Foto: MI/Susanto

    Baca: Pemkab Pertimbangkan Bantuan Hukum untuk Bupati Sidoarjo

    Tersangka penerima suap meliputi Saifulah Ilah; Kepala Dinas PU BMSDA Sunarti Setyaningsih; Pejabat Pembuat Komitmen Dinas PU BMSDA Judi Tetrahastoto; dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji. Tersangka pemberi suap yakni swasta, Ghofur dan Totok Sumedi.
     
    Saiful dan tiga pejabat Sidoarjo dijerat Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
     
    Ibnu dan Totok dinilai melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id