Klinik Aborsi Ilegal Paseban Dipromosikan dari Mulut ke Mulut

    Siti Yona Hukmana - 14 Februari 2020 18:23 WIB
    Klinik Aborsi Ilegal Paseban Dipromosikan dari Mulut ke Mulut
    Tersangka praktik klinik aborsi di Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban, Senen, Jakarta Pusat milik tersangka MM ramai pengunjung. Klinik sudah 21 bulan beroperasi sejak 2018. 

    "Dia (MM) mempunyai kaki tangan sekitar 50 bidan dan hampir 100 calo untuk mempromosikan Klinik Paseban," beber Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Klinik Paseban, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Februari 2020.

    Yusri mengungkapkan masyarakat juga mengetahui keberadaan klinik melalui website. MM mengiming-iming penindakan aborsi oleh dokter profesional dan peralatan medis yang steril.

    MM menyewa sebuah rumah buat dijadikan klinik. Harga sewa Rp175 juta per tahun. 

    Sebanyak 1.632 orang mendaftarkan diri untuk menjalani aborsi di klinik ilegal itu. Sebanyak 903 orang telah diaborsi. 

    Klinik Aborsi Ilegal Paseban Dipromosikan dari Mulut ke Mulut
    Klinik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmama

    MM menjalankan aksinya dibantu RM, bidan dan SI, tenaga administrasi. MM dokter lulusan salah satu universitas di Sumatra Utara. 

    "Tapi, tidak punya spesialis apalagi spesialis kandungan. Dia pernah bekerja sebagai PNS di Riau karena jarang masuk dipecat," ujar Yusri. 

    Subdit Sumber Daya Lingkingan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap praktik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat ini. Tiga orang ditetapkan tersangka, yakni MM; RM; dan SI. 

    Mereka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undnag-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id