Lima Penyelundup 159 Kg Narkotika Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 25 Juni 2020 14:34 WIB
    Lima Penyelundup 159 Kg Narkotika Ditangkap
    Kabareskrim Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo (tengah) dalam konferensi pengungkapan kasus penyelundukan narkotika seberat 159 kg. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Polri menangkap lima penyelundup narkotika, yakni ES, 48, SD, 42, US, 46, SY, 26, dan IR, 24. Mereka merupakan jaringan Tiongkok.

    "Total barang bukti narkotika yang kita amankan kurang lebih 159 kg (kilogram) sabu, 3 ribu butir ekstasi, dan H-5 300 butir," kata Kabareskrim Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Juni 2020.

    Listyo menjelaskan penyelundupan barang haram itu dilakukan melalui kapal ke kapal dari perairan Malaysia menuju Indonesia. Listyo mengatakan kasus ini telah dipantau sejak 27 Mei 2020 atas informasi akan adanya pengiriman barang dalam bentuk narkotika jenis sabu-sabu.

    "Kita dalami dan mendapatkan pelaku inisial ES pukul 16.30 WIB yang saat itu sedang menerima penyerahan barang jenis narkotika di sebuah bangkel las di Jalan Ujung Harapan, Babelan Kota, Kabupaten Bekasi dengan jumlah 35 kg," ujar Listyo.

    Barang haram itu dikemas dalam plastik lakban coklat. Polisi juga menyita handphone dan uang tunai Rp700 ribu.

    Dalam pendalaman tersangka ES, polisi mengantongi informasi akan ada penurunan narkotika di Pekanbaru. Polisi langsung ke Pekanbaru dan menangkap SD di depan Bank BTN KCP Panam, Jalan HR Soebrantas Panam, Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru, sekitar pukul 17.45 WIB pada 18 Juni 2020.

    "Barang bukti yang kami sita 5 kg sabu yang dimasukkan dalam kasan teh China, 3 ribu butir esktasi, 300 butir H-5, dua unit handphone, dan uang tunai Rp900 ribu," ungkap Listyo.

    Polisi menginterogasi SD dan mendapati informasi barang haram itu berhubungan dengan Mr. X yang berdomisili di Malaysia. Polisi juga mengetahui Mr. X itu berhubungan dengan pelaku A yang berada di dalam lembaga pemasyarakatan.

    Polisi terus mendalami dan mengetahui ada pengiriman ship to ship dari perairan Malaysia ke Indonesia. Personel yang tergabung dalam operasi dengan sandi halilintar mengikuti pergerakan itu dan menangkap US, SY dan IR di atas kapal berbendera Indonesia di wilayah perairan Indonesia, Kabupaten Aceh, sekitar pukul 23.00 WIB pada Minggu, 21 Juni 2020.  

    "Dari hasil pemeriksaan, kita mendapati kurang lebih 119 kg sabu dalam kemasan teh China warna hijau dan kuning, kemudian kita sita juga satu kapal motor, empat handphone, dan salah satu di antaranya adalah handphone satelit yang digunakan untuk berkomunikasi," ujar Listyo.

    Listyo mengatakan penyelundupan barang haram itu sedianya dilakukan melalui jalur darat dengan memanfaatkan situasi pandemi covid-19. Mereka berencana membawa barang haram itu menggunakan kendaraan logistik.

    "Disamarkan dengan komoditas bahan makanan atau bahan pokok untuk mengelabui petugas. Alhamdulillah semua bisa kita amankan," ungkap Listyo.

    Baca: Kapolda Metro: Permintaan Narkoba Meningkat Selama Pandemi


    Listyo menyampaikan dari satu gram sabu-sabu dapat digunakan oleh 159 ribu jiwa. Namun, beberapa pemakai ada yang menggunakan satu gram sabu bersama empat orang.

    "Dengan demikian tentunya apabila kita hitung dari jumlah tersebut, penangkapan kali ini kita berhasil menyelamatkan kurang lebih 640 orang orang dari bahaya narkoba," tuturnya.

    Kelima tersangka kini telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 13 ayat 2 Udang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsider Pasal 112 dan 115 KUHP. Mereka terancam hukuman mati.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id