comscore

Penanganan Cepat Kasus Pelecehan Seksual Sopir Taksi Online Dinilai Tepat

Yogi Bayu Aji - 23 Desember 2021 01:37 WIB
Penanganan Cepat Kasus Pelecehan Seksual Sopir Taksi <i>Online</i> Dinilai Tepat
Ilustrasi: Medcom.id
Jakarta: Pengamat sosial Universitas Indonesia Devie Rahmawati mengapresiasi langkah Gojek selaku operator taksi online GoCar yang bergerak cepat dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perawat oleh mitra driver berinisial HS. Gojek disebut sudah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dari hulu ke hilir. 

“SOP yang dijalankan Gojek sudah sangat tepat. Begitu ada kasus, pihak Gojek langsung sigap menonaktifkan akun mitra driver GoCar tersebut, berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mengusut kasus ini, hingga memberikan pendampingan dan bantuan perawatan maupun pemulihan secara fisik serta psikis,” kata Devie di Jakarta, Rabu, 22 Desember 2021. 
Menurut dia, di aplikasi Gojek sebenarnya tersedia tombol darurat jika pelanggan mengalami keadaan darurat, seperti pelecehan seksual, perlakuan tidak menyenangkan dari driver, dan sebagainya. Nantinya, Unit Darurat Gojek dikirim ke lokasi untuk memberikan bantuan. 

“Menurut saya, yang perlu dilakukan Gojek saat ini adalah lebih aktif lagi melakukan sosialisasi mengenai tombol darurat ini ke masyarakat. Dengan sosialisasi yang semakin masif, orang-orang yang tadinya tidak paham dan tidak tahu adanya tombol darurat di aplikasi Gojek ini, akhirnya bisa paham ke mana mereka harus melapor sehingga layanan yang mendukung keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan dari Gojek ini semakin paripurna,” ujar dia. 

Baca: Amankan Nataru, Personel Polda Metro Disebar ke 73 Titik Kawasan DKI

Devie juga memuji gerak cepat kepolisian dalam menangani kasus pelecehan seksual ini. Dalam waktu dua hari, polisi sudah menangkap terduga pelaku. 

“Saya rasa pihak kepolisian juga sudah menjalankan tugasnya dengan baik setelah mendapat laporan dari korban dan institusi tempat korban bekerja. Namun, yang perlu digarisbawahi, tidak mungkin pelaku bisa dijerat hukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku kalau pihak korban tidak membantu kepolisian. Jadi, kerja sama antara polisi dengan korban memudahkan terungkapnya kasus ini,” tutur dia.

Kasus kekerasan seksual terhadap perawat oleh mitra driver GoCar berinisial HS terjadi pada Kamis, 16 Desember 2021. Kabar mengenai kasus kekerasan seksual ini viral di media sosial lewat cuitan perusahaan yang menaungi korban. 

Driver tersebut ditangkap di rumahnya di Jalan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 18 Desember 2021. Pelaku dibekuk Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota bersama Unit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

HS ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 289 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dia terancam hukuman pidana maksimal sembilan tahun penjara.


(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id