comscore

Pemilik PT AMS Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Jasindo

Fachri Audhia Hafiez - 18 Januari 2022 15:28 WIB
Pemilik PT AMS Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Jasindo
Sidang kasus vonis pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS), Kiagus Emil Fahmy Cornain, dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jasindo. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS), Kiagus Emil Fahmy Cornain, divonis empat tahun penjara. Dia terbukti merugikan keuangan negara terkait kasus rasuah kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Januari 2022.
Kiagus juga divonis pidana denda Rp200 juta. Bila tak mampu membayar maka diganti pidana kurungan satu bulan.

Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kiagus dituntut hukuman lima tahun penjara. Lalu, pidana denda Rp250 juta subsider selama tiga bulan kurungan.

Kiagus juga dijatuhkan pidana tambahan Rp1.330.668.513,27. Tetapi Kiagus telah membayar uang pengganti tersebut.

"Diperhitungkan dengan uang yang telah dititipkan terdakwa ke rekening KPK sebesar Rp1.330.678.513,27 dan kelebihan uang yang dititipkan oleh terdakwa kembalikan kepada terdakwa," ujar Fahzal.

Hakim juga menolak permohonan justice collaborator Kiagus. Dia menyampaikan permohonan itu pada pleidoi atau nota pembelaan.

Hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberangkatkan dan meringankan tuntutan. Hal yang memberatkan, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan tidak mengakui perbuatannya.

Baca:  Eks Direktur Keuangan PT Jasindo Divonis 4 Tahun Penjara

"Sedangkan, hal yang meringankan, Kiagus sopan di persidangan, telah mengembalikan uang yang diterimanya, dan belum pernah di hukum dalam perkara yang lain," ucap Fahzal.

Pada perkara ini Kiagus dinilai terbukti merugikan negara Rp8,469 miliar. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Direktur Pemasaran PT Asuransi Jasindo periode 2008-2011 sekaligus Direktur Utama PT Asuransi Jasindo 2011-2016, Budi Tjahjono.

Perbuatan korupsi keduanya, yakni merekayasa kegiatan agen dan melakukan pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif atas nama, KM Iman Tauhid Khan, pada Asuransi Jasindo dalam penutupan asuransi aset dan kontruksi pada BP Migas-KKKS 2010-2012.

Kiagus yang juga orang kepercayaan mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono, disebut memperkaya diri sebesar Rp1.330.668.513,27 dari perbuatan itu. Sedangkan, Budi Tjahjono memperkaya diri sebanyak Rp6 miliar.

Kiagus terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Tuntutan pasal itu sesuai dengan dakwaan alternatif pertama.

JPU KPK beserta Kiagus menyatakan pikir-pikir terhadap vonis tersebut. Mereka memiliki waktu tujuh hari untuk menyikapi vonis itu untuk menyatakan menerima atau banding terhadap hukuman tersebut.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id