comscore

Pelanggaran Pembangunan Dermaga di Pantai Mutiara Diselisik Lewat 12 Saksi

Siti Yona Hukmana - 24 Mei 2022 12:00 WIB
Pelanggaran Pembangunan Dermaga di Pantai Mutiara Diselisik Lewat 12 Saksi
Ilustrasi Polri/Medcom.id
Jakarta: Bareskrim Polri menyelisik kasus dugaan pelanggaran pembangunan dermaga di Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Penyelisikan dilakukan melalui pemeriksaan 12 saksi. 

"Saksi 10 dan 2 ahli dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla)," kata Kasubdit 5 Direktorat Tindak Pidana Tertentu  (Dittipidter) Bareskrim Polri AKBP Rony Samtana saat dikonfirmasi, Selasa, 24 Mei 2022. 
Selain saksi dan saksi ahli, pihaknya telah memeriksa dokumen terkait. Bareskrim Polri tengah mencari minimal dua alat bukti penetapan tersangka.

"Kami sedang menangani perkara dimaksud. (Kasusnya) sudah naik ke penyidikan," ujar Rony. 

Kuasa hukum sejumlah warga pemilik kavling lahan dan atau bangunan di lingkungan Perumahan Pantai Mutiara yang dibangun Pengembang PT Intiland Development Tbk, Berman Sitompul, telah menyampaikan surat laporan informasi kepada Bareskrim Polri pada 29 Oktober 2021. Dia meminta laporan diselidiki memastikan ada tidaknya pelanggaran hukum dalam pembangunan tersebut. 

Baca: Dirut PT WPM Diperiksa Terkait Pemalsuan Izin Edar Alkes

Laporan terdaftar dengan LP Nomor: LP/B/0008/1/2022/SPKT/Bareskrim, tanggal 6 Januari 2022. Laporan terkait dugaan Tindak Pidana Kejahatan Tentang Penataan Ruang, Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Cipta Kerja sebagaimana dimaksud Pasal 69 dan/atau Pasal 70 Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; Pasal 98 dan/atau Pasal 99 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup; serta Pasal 299 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. 

Dittipidter Bareskrim Polri menyampaikan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) pada 10 Maret 2022. Surat itu di antaranya menyatakan bahwa penyidik telah menerima surat tertanggal 7 Maret 2022 dari salah satu terlapor, yaitu pemilik bangunan Blok SB Nomor 15 A. 

"Yang pada intinya menyatakan bersedia memperbaiki bangunan dengan membongkar dermaga yang telah dibangun," tutur Berman beberapa waktu lalu.

Berdasarkan SP2HP, penyidik harus memasang police line atau garis kuning di dermaga tersebut selama perbaikan dan pembongkaran dermaga. Namun, Berman menyebut hingga saat ini tidak ada pembongkaran dan perbaikan atas bangunan itu. Dia mendesak Kabareskrim Polri Komjen Agus Adrianto bersikap tegas kepada pemilik bangunan tersebut. 

Warga Perumahan Pantai Mutiara, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara juga telah mendesak pembongkaran bangunan dermaga di Blok SB Nomor 15 A yang diduga menyalahi aturan tentang tata ruang di DKI Jakarta. Terduga pelaku diduga melakukan reklamasi, pembetonan, hingga melampaui ketentuan panjang dan lebar dermaga pribadi. 

Pembangunan dermaga tersebut juga diduga dilakukan dengan mereklamasi perairan dan dengan ketinggian yang diperkirakan melebihi batas yang seharusnya. Akibatnya, aliran perairan menyempit karena dermaga terlalu menjorok ke kanal. 

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id