comscore

Munarman Akan Hadir di Sidang Pembacaan Eksepsi Hari Ini

Fachri Audhia Hafiez - 15 Desember 2021 07:09 WIB
Munarman Akan Hadir di Sidang Pembacaan Eksepsi Hari Ini
Suasana Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) saat persidangan kasus dugaan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan terorisme dengan terdakwa Munarman. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) akan menggelar sidang pembacaan eksepsi atau keberatan atas kasus dugaan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan terorisme dengan terdakwa Munarman. Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) itu akan hadir langsung di persidangan.

"Persidangannya dimulai jam 09.00 WIB," kata Kepala Humas PN Jaktim Alex Adam Faisal kepada Medcom.id, Rabu, 15 Desember 2021.
Persidangan akan digelar terbatas. Awak media hanya boleh mengikuti persidangan di luar gedung PN Jaktim.

Sidang hanya bisa dipantau melalui pengeras suara yang disediakan pihak PN Jaktim. Hal ini sesuai ketentuan persidangan kasus terorisme yang digelar terbatas.

Munarman akan hadir di pengadilan setelah dua pekan mengikuti sidang online dari Rumah Tahanan (rutan) Polda Metro Jaya. Dia diperbolehkan hadir di pengadilan setelah surat penetapan majelis hakim PN Jaktim terbit.

Baca: Munarman Disebut Ajak Peserta Seminar di Kampus untuk Dukung ISIS

Munarman tak terima sidang online. Dia sempat menyinggung kasus pidana pentolan FPI, Rizieq Shihab, yang digelar elektronik didukung dengan penetapan dari pengadilan.

Pada persidangan hari ini, Munarman akan membacakan surat keberatan atas dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum. Menurut dia, dakwaan setebal 65 halaman itu banyak kesalahan pada istilah dan pengetikan.

"Saya makin tidak mengerti. Karena intonasi dan penggalan-penggalan kalimat serta kata-katanya serta pengucapan dari berbagai macam istilah tadi, sangat tidak tepat," ucap Munarman saat persidangan, Rabu, 8 Desember 2021.

Munarman didakwa merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme secara sengaja. Dia menggunakan cara-cara berupa ancaman kekerasan yang diduga untuk menimbulkan teror secara luas.

Munarman juga diduga menyebar rasa takut hingga potensi menimbulkan korban secara luas. Selain itu, rencana perbuatannya juga mengarah pada perusakan fasilitas publik.

Jaksa menyebut perbuatan Munarman dilakukan pada Januari hingga April 2015. Munarman menggerakkan aksi terorisme di Sekretariat FPI Kota Makassar, Markas Daerah Laskar Pembela Islam (LPI) Sulawesi Selatan, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Sudiang Makassar, dan aula Pusat Pengembangan Bahasa (Pusbinsa) UIN Sumatra Utara.

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id