Penangkapan Munarman Terkait Terorisme Diyakini Tak Melanggar Hukum

    Candra Yuri Nuralam - 02 Mei 2021 11:28 WIB
    Penangkapan Munarman Terkait Terorisme Diyakini Tak Melanggar Hukum
    Pengacara Rizieq, Munarman/Istimewa



    Jakarta: Polisi dinilai sudah benar menangkap mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme. Penangkapan Munarman sudah sesuai dengan Pasal 28 Undang-Undang Pemberantasan Terorisme.

    "Karena dalam Pasal 28 UU (Pemberantasan) Terorisme itu ada bunyi, adanya bukti permulaan yang mana bukti permulaan merupakan dasar polisi untuk menangkal Munarman sebagai terduga teroris," kata Ketua Cyber Indonesia Husni Alwi dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id dengan tema 'Munarman Teroris?', Minggu, 2 Mei 2021.






    Husni menjelaskan penangkapan teroris tidak mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Polisi bisa langsung melakukan penangkapan jika punya dua alat bukti yang cukup tanpa harus melakukan klarifikasi.

    Kedatangan Munarman dalam acara pembaiatan teroris dinilai sebagai bukti pertama. Pernyataan terduga teroris yang ditangkap usai kejadian bom di Gereja Katedral Makassar juga menjadi bukti lain yang memperkuat penangkapan Munarman.

    "Bukti setelah kejadian di Katedral, setelah mereka ditangkap kan membuat pernyataan bahwa mereka itu eks FPI yang ikut dalam pembaiatan itu," ujar Husni.

    Baca: Keterlibatan Munarman dalam Sejumlah Teror Digali

    Peneliti institute for security and strategic studies (ISESS) Bambang Rukminto menegaskan penangkapan Munarman tidak melanggar aturan. Polisi sudah bekerja dengan baik.

    "Bukti permulaan yang disangkakan ke Munarman terkait pelanggaran UU (Pemberantasan) Terorisme itu sudah cukup," tutur Bambang.

    Bukti pembaiatan juga masih bisa dipakai meski sudah berlangsung beberapa tahun silam. Masalah waktu penangkapan tidak bisa diintervensi.

    "Masalah itu kapan dilakukan atau ditangkapnya itu soal waktu saja, tidak bisa diotak-atik lagi oleh orang lain di luar kepolisian," ucap Bambang.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id