Cegah Rasuah, KPK Minta Data PKH dan PSM Digabung

    Theofilus Ifan Sucipto - 30 April 2021 17:00 WIB
    Cegah Rasuah, KPK Minta Data PKH dan PSM Digabung
    Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) digabung. Hal itu untuk memastikan penerima bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.

    “Kita minta disatukan jangan sampai bantuan jadi tumpang tindih,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 30 April 2021.






    Alexander khawatir data ganda menimbulkan masalah baru. Misalnya disalahgunakan oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga terjadi kecurangan.

    “Kita akan tertibkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” papar dia.

    Alexander menyebut bantuan tunai juga bakal disalurkan melalui transfer bank. Sehingga potensi penyimpangan uang bisa diminimalisasi.

    “Intinya bagaimana diperbaiki datanya supaya lebih akurat ke dalam penyaluran bansos,” ujar Alexander.

    (Baca: Kembali Sambangi KPK, Mensos Sampaikan Perkembangan Data Penerima Bansos)

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id