Dugaan Korupsi ASABRI Diselisik Melalui 4 Saksi

    Siti Yona Hukmana - 17 April 2021 08:05 WIB
    Dugaan Korupsi ASABRI Diselisik Melalui 4 Saksi
    Ilustrasi Kejaksaan Agung. MI Pius Erlangga.



    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan investasi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Sejumlah saksi diperiksa untuk mengetahui dugaan rasuah di perusahaan pelat merah itu.

    "Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung memeriksa empat saksi," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 April 2021.






    Keempat saksi itu ialah Nominee, SH; Karyawan Swasta, MM; Karyawan PT Henan Putihrai Aset Manajemen, ACA; dan Direktur PT Indodax Nasional Indonesia, OAD. Pemeriksaan keempatnya digelar Jumat, 16 April 2021.

    Leonard tidak membeberkan hasil pemeriksaan karena masuk materi penyidikan. Dia menyebut pemeriksaan saksi untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana.

    (Baca: Nilai Aset Tersangka ASABRI yang Disita Mencapai Rp10,5 T)

    "Baik yang ia dengar, lihat, dan alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT ASABRI," ungkap Leonard.

    Kejagung menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp23,7 triliun itu. Dua orang terpidana kasus korupsi Jiwasraya, yakni Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

    Lalu, tujuh lainnya ialah Direktur Utama (Dirut) ASABRI periode 2011-Maret 2016, Adam Rachmat Damiri; Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020, Sonny Widjaja; Dirut Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014, Bachtiar Effendi; Dirut ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019, Hari Setiono; Kepala Divisi Investasi ASABRI periode Juli 2012-Januari 2017, Ilham W Siregar; Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi; dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship Jimmy Sutopo.

    Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

    Serta Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id