Target Penangkapan Terduga Teroris Bergeser

    Anggi Tondi Martaon - 10 November 2020 17:26 WIB
    Target Penangkapan Terduga Teroris Bergeser
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Penangkapan tujuh terduga teroris di empat provinsi dianalisa. Ada pergeseran target oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.

    "Upaya pihak aparat bergeser dari jaringan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) on target menjadi Jemaah Islamiah (JI) on target," kata pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, kepada Medcom.id, Selasa, 10 November 2020.

    Baca: 6 Terduga Teroris Ditangkap di Wilayah Sumatra

    Menurut dia, pergeseran tersebut tampak dari penangkapan tujuh terduga teroris. Mereka diduga memiliki koneksi dengan JI, bukan ISIS.

    Namun Hartis memastikan, giat penangkapan oleh Densus 88 merupakan bentuk pencegahan. Hal tersebut tak bisa diartikan menguatnya aksi teror di Indonesia.

    "Ga ada (geliat aksi teroris di Indonesia), lebih kepada Densus menggeliat punya kerja," kata dia.

    Kinerja Densus 88 diapresiasi oleh Anggota Komisi I Syaifullah Tamliha. Tim khusus Korps Bhayangkara itu diminta mengantisipasi sedini mungkin jaringan teroris di Indonesia.

    Baca: Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah Ditangkap di Banten

    "Agar tidak ada kesan dari polisi untuk memperpanjang-panjang kegiatan teroris ini, termasuk jaringan," kata Tamliha di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 November 2020.

    Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyebut aparat penegak hukum diperkenankan melakukan pencegahan sedini mungkin. Bahkan, semenjak seseorang diindikasikan terlibat jaringan teroris.

    Hal itu, kata Tamliha, merupakan ketentuan pasal 13A  Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Kepolisian bisa menangkap siapa pun yang terindikasi mendukung, bersimpati, atau bergabung dengan jaringan teror. 
    Meski orang tersebut tidak memiliki niat atau rencana untuk melakukan serangan. "Di situ dikatakan bahwa tidak perlu orang melakukan aksi, ada indikasi saja mereka sudah bisa menangkap para pelaku itu," ujar dia.

    Sebanyak tujuh orang ditangkap oleh Densus 88 Polri karena terindikasi terlibat jaringan teroris Jemaah Islamiah. Sebanyak enam orang ditangkap di Sumatra dan Kepulauan Riau. Sementara itu, satu terduga teroris diamankan di Banten.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id