Mahfud MD Minta Bukti Pencekalan Rizieq

    Desi Angriani - 12 November 2019 21:34 WIB
    Mahfud MD Minta Bukti Pencekalan Rizieq
    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Foto: MI/Mohamad Irfan.
    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta bukti surat pencekalan Rizieq Shihab oleh pemerintah Indonesia. Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu disebut tidak bisa pulang lantaran overstay.

    "Kalau dia itu punya bukti surat cekal oleh pemerintah RI, antarkan ke saya, entah aslinya atau copy-nya," ujar Mahfud di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

    Apalagi, sambungnya, pencekalan Rizieq tak sesuai ketentuan hukum di Indonesia. Sebab pencekalan berlaku enam bulan bila tidak diajukan ke pengadilan, sementara Rizieq berada di Arab Saudi 1,5 tahun. Karena itu, masalah Rizieq tidak bisa pulang bukan atas permintaan pemerintah Indonesia.

    "Tidak mungkin 1,5 tahun dicekal atas permintaan RI. Berarti masalahnya bukan di pemerintah RI, masalahnya di pemerintah Saudi. Silakan urus ke sana, kalau ada sesuatu yang bisa kita bantu, ya kita bantu," terangnya.

    Mahfud pun memastikan tidak ada surat pencekalan Rizieq baik di imigrasi maupun kepolisian. Dalam surat yang beredar, ia tak bisa pulang dengan alasan keamanan.

    "Atas alasan keamanan itu tidak disebutkan apakah atas permintaan RI atau tidak, tidak disebut di surat itu. Tetapi bagi Indonesia, sudah saya cek semua di imigrasi, kepolisian, enggak ada yang cekal dia," tutur Mahfud.

    Sementara itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berencana membahas kepulangan Rizieq Shihab bersama Dubes Arab Saudi Esam A. Abid Althagafi. "Saya pelajari dulu. Mudah-mudahan nanti kita lihat (bahas dengan Dubes)," kata Prabowo.

    Adapun masalah kepulangan Rizieq dari Arab Saudi mencuat setelah tercapainya rekonsiliasi usai Pilpres 2019. Belakangan, Rizieq pun disebut akan kembali ke Indonesia.
     
    Namun, imam besar FPI itu tidak bisa pulang lantaran overstay. Menurut aturan setempat, ia harus membayar denda sekitar 15 hingga 30 ribu riyal atau setara Rp110 juta.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id