Pemilihan Kabareskrim Diminta Berdasarkan Sistem Merit

    Juven Martua Sitompul - 12 November 2019 19:04 WIB
    Pemilihan Kabareskrim Diminta Berdasarkan Sistem Merit
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Kapolri Jenderal Idham Azis diminta memilih kepala Badan Reserse Kriminal (kabareskrim) berdasarkan kualifikasi. Kabareskrim yang ditunjuk harus mumpuni dan berlatar belakang reserse.

    “Yang paling penting adalah pemilihan Kabareskrim berdasarkan sistem merit," kata Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti kepada Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

    Sistem merit termaktub dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Aturan itu memerintahkan manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan sistem merit.

    Sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar. Faktor politik, ras, agama, asal usul, jenis kelamin, dan kondisi kecacatan harus dikesampingkan.

    Poengky menambahkan di era digital sekarang kabareskrim harus mampu mendorong profesionalitas anggota. Pelayanan kepada masyarakat juga harus dimaksimalkan.

    Untuk sisi tantangan penegakan hukum, kasus yang menonjol saat ini soal penanganan kelompok radikal dan jaringan teroris. “Sehingga kedekatan dengan masyarakat, termasuk dengan tokoh-tokoh agama adalah penting,” ujar dia.

    Tantangan lain yang harus dihadapi Bareskrim yakni maraknya kejahatan siber dan kejahatan transnasional. Hal ini termasuk tindak pidana narkoba dan kejahatan-kejahatan konvensional lain.

    “Dengan kabareskrim baru yang mampu meningkatkan profesionalitas anggota reserse Polri agar makin dipercaya masyarakat, maka citra Polri di mata masyarakat akan semakin baik,” ucap dia.

    Poengky mengingatkan Kapolri untuk mempertimbangkan data pengaduan yang masuk ke Kompolnas tentang kinerja reserse. Lebih dari 3 tibu pengaduan kasus yang masuk, 90 persen di antaranya adalah terkait kinerja reserse yang buruk.

    “Jadi diharapkan kabareskrim baru sigap mendinamiskan anak buahnya agar keluhan masyarakat berkurang,” pungkas dia.

    Seperti diketahui, kursi kabareskrim kosong setelah ditinggal Idham Azis yang menjadi kapolri. Informasi yang beredar, ada empat perwira tinggi (pati) yang santer masuk bursa calon kabareskrim.

    Kandidat itu meliputi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Listyo Sigit, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Deputi Operasi Polri Irjen Martuani Sormin, dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto. Keempatnya termasuk pati yang berprestasi. 





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id