Sri Bintang Pamungkas Dilaporkan ke Polisi

    Siti Yona Hukmana - 05 September 2019 02:05 WIB
    Sri Bintang Pamungkas Dilaporkan ke Polisi
    Aktivis Sri Bintang Pamungkas (depan). Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Aktivis Sri Bintang Pamungkas dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Pelaporan buntut seruan menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

    Ketua Umum PITI Ipong Hembing Putra mengatakan seruan untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019 oleh Sri Bintang Pamungkas itu beredar di Youtube. Video itu telah ditonton banyak orang dan tersebar di sejumlah media sosial.

    "PITI melaporkan karena keberatan atas pernyataan dalam video itu," kata Ipong di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 4 September 2019.

    Ipong mengaku merasa dirugikan atas ucapan Sri Bintang Pamungkas. Menurut dia, Sri Bintang telah menghasut masyarakat Indonesia untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden. Ia pun berharap polisi segera menindaklanjuti laporan tersebut.

    "Saya anggap itu menghasut dan memprovokasi rakyat Indonesia. Maksud dan tujuannya apa?. Saya minta kepada Bapak Kapolda Metro dan Kapolri untuk menindak tegas Sri Bintang Pamungkas," tandas Ipong.

    Ipong mengaku melihat video itu pada 31 Agustus 2019 di sebuah akun di Youtube. Dalam laporannya, Ipong membawa cuplikan video tersebut sebagai bukti penguat.

    "Saya kaget, buka lagi, masih ada. Ini enggak benar kalau dibiarkan tanggal 20 Oktober bisa kacau balau. Mengajak, menghasut rakyat itu kan enggak boleh, jadi nanti rakyat jadi resah," ungkap Ipong.

    Laporan Ipong diterima kepolisian dan teregistrasi dengan nomor LP TBL/5572/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus. Dalam laporan tersebut, Sri Bintang Pamungkas dinilai melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Trransaksi elektronik (ITE), atau Pasal 160 KUHP. 

    Dua Pasal itu berkaitan dengan penyebaran informasi yang menimbulkan ujaran kebencian melalui media elektronik dan menghasut dimuka umum. 

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id