Sindikat Pemalsu Akta Nikah Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 28 Januari 2020 17:18 WIB
    Sindikat Pemalsu Akta Nikah Ditangkap
    Polda Metro Jaya merilis penangkapan sindikat pemalsuan akta nikah. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Sub Direktorat (Subdit) Harta dan Benda (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap sindikat pemalsu akta nikah yang mencatut nama Gereja Kristen Protestan di Bogor, Jawa Barat. Mereka yang ditangkap berinisial MHH, ABB, dan J alias V. 

    "Ketiga pelaku kita amankan 2 Desember 2019 lalu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Januari 2020. 

    Yusri mengatakan, J merupakan seorang perempuan yang mengaku sebagai istri almarhum Basri Sudibyo, yang meninggal pada 2018. Kasus ini dilaporkan anak kandung Basri.

    Anak Basri mencurigai J yang mengaku sebagai ibu sambungnya. Sementara, anak Basri meyakini J berbohong. Sebab, almarhum masih terikat perkawinan dengan ibu dari pelapor yaitu Gracia Lili Hartanta.

    Modus kejahatan para pelaku, lanjut Yusri, adalah melakukan pemalsuan akta otentik untuk mendapatkan legalitas. Dengan begitu, para pelaku bisa menguasai aset berupa sertifikat tanah atas nama almarhum Basri Sudibyo.

    "Sertifikat tanah itu di daerah seputar Jakarta Selatan senilai Rp40 miliar. Jadi, ada upaya untuk memalsukan akta otentik perkawinan antara tersangka J dengan almarhum Basri Sudibyo," ungkap Yusri.

    Yusri menerangkan, para tersangka berbagi peran. MHH bertugas membuat dan meneken surat akta perkawinan palsu antara J dengan almarhum Basri. 

    MHH juga mengaku sebagai pendeta di Gereja Kristen Protestan di Bogor, Jawa Barat. Padahal, MHH tidak terdaftar sebagai jemaat atau pendeta di gereja tersebut. 

    "MHH memberikan pemberkatan surat perkawinan pada 11 Februari 2017 kepada tersangka J atas permohonan permintaan bantuan dari tersangka ABB. Kemudian,  membuatkan surat perkawinan pada April 2019," jelas Yusri.

    Sementara tersangka ABB, lanjut Yusri, membantu tersangka J untuk memiliki legalitas perkawinan tersebut. ABB juga yang membantu mengirim foto-foto untuk digunakan sebagai bukti perkawinan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

    Sedangkan tersangka J menggunakan surat perkawinan bersama-sama dengan ABB untuk dijadikan bukti perkawinan di PN Jakarta Utara. Lalu, membawa ke Dinas Kependudukan dan Catatn Sipil (Disdukcapil) Jakarta Utara.

    "Sehingga kemudian J dan ABB membuat akta keterangan waris dari hasil akta perkawinannya dan akhirnya J bisa memiliki sertifikat tanah milik almarhum," terang Yusri.

    Ketiga pelaku sudah ditahan di Mapolda Metro Jaya. Mereka dijerat Pasal 263 KUHP, Pasal 264 KUHP, Pasal 266 KUHP, dan Pasal 242 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id