Tak Ada Peserta Lelang Senjata tak Berizin

    M Sholahadhin Azhar - 03 Oktober 2017 19:29 WIB
    Tak Ada Peserta Lelang Senjata tak Berizin
    Ilustrasi: KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail menunjukkan jenis senjata pelontar granat superti barang yang masih tertahan di kepabeanan Bandara Soetta. Foto: Antara/Wahyu Putro A.
    medcom.id, Jakarta: Kepala Pusat Penerangan Kemenhan Kolonel (Arm) Totok Sugiharto mengklaim tak ada peserta lelang senjata yang tak berizin. Hal ini menanggapi munculnya PT Mustika Dutamas (PT MD) sebagai pemenang tender senjata berturut-turut di Polri.

    "Itu kan perizinan senjata itu ranahnya Kementerian Pertahanan. Kalau itu (pengadaan) dengan pihak lain ya enggak ada masalah yang penting izin," kata Totok kepada Metrotvnews.com, Selasa 3 Oktober 2017.

    Ia mengakui memang ada beberapa perusahaan yang bergerak di impor senjata. Namun, Totok tak bersedia berkomentar lebih jauh tentang PT Mustika Dutamas ini. "Tanya saja ke perusahaannya," imbuh dia.

    Yang jelas, kata Totok, jika perusahaan itu sudah masuk tender, berarti pelelangan sudah mengantongi izin dari Kementerian Pertahanan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 7 Tahun 2010 tentang Pedoman Perizinan, Pengawasan, dan Pengendalian Senjata Api Standar Militer di Luar Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia.

    Regulasi itu juga diperkuat dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Regulasi ini mengatur bila perizinan pengadaan senjata melalui satu pintu: Kementerian Pertahanan. "Kalau tak ikut perizinan ya keliru, tapi kalau ikut ya berarti sudah betul," punkas Totok.

    Sementara itu, PT Mustika Dutamas sudah dua kali memenangkan pengadaan stand alone grenade launcher (SAGL) kaliber 40 X 46 mm ini sudah kedua kali dilakikan. Pertama pada 18 Januari 2017 dan 5 September 2017. 

    Perusahaan ini memberikan penawaran yang berdekatan dengan harga perkiraan sendiri (HPS). Pada 18 Januari 2017, nilai HPS paket yakni Rp 24.995.491.000 sedangkan penawaran PT MD: Rp 24.995.320.000. Dalam pelelangan itu PT MD menyingkirkan 11 perusahaan lain peserta lelang. 

    Pada 5 September 2017, HPS paket untuk item serupa yakni  Rp 26.939.999.892 sedangkan penawaran PT MD adalah Rp 26.919.795.000. Dengan penawaran seperti iti, PT MD menyingkirkan tujuh perusahaan peserta tender. 



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id