Polisi Belum Terima Pengajuan Penangguhan Penahanan John Kei

    Cindy - 01 Juli 2020 14:18 WIB
    Polisi Belum Terima Pengajuan Penangguhan Penahanan John Kei
    Tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana John Kei (kaus merah). Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Polda Metro Jaya mengaku belum menerima pengajuan penangguhan penahanan tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana, John Kei. Sebelumnya, pengacara John Kei, Anton Sudanto, berencana mengajukan penangguhan penahanan terhadap klien dan 46 anak buahnya.  

    "Saya sendiri sampai sekarang belum menerima permohonan penangguhan itu," kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi, Rabu, 1 Juli 2020.

    Ade mempersilakan John Kei mengajukan penangguhan penahanan. Hal itu merupakan hak John Kei.

    "Mengajukan itu (penangguhan penahanan) adalah hak dan boleh-boleh saja," ujar Ade.

    John Kei dan 46 anak buahnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana. Penetapan tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

    (Baca: 4 Anak Buah John Kei Menyerahkan Diri, 8 Masih Diburu)

    Residivis kasus pembunuhan itu diduga memerintahkan anak buahnya melakukan aksi kekerasan pada Minggu, 21 Juni 2020, di rumah keluarga Nus Kei yang berada di dua lokasi, yakni di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, dan di perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten. Aksi itu dilakukan lantaran John Kei sakit hati atas pembagian uang hasil jual tanah yang tidak merata.

    Akibat peristiwa itu, seorang anak buah Nus Kei, Yustus Corwing alias ER, tewas kena bacok dan satu anak buah lainnya, Angky, mengalami putus pada empat jari tangan kanan. Kemudian seorang sekuriti, Nugroho Adi Wibowo, tertabrak dan pengemudi ojek online, Andreansah, kena tembak pada bagian jempol kaki kanan.
     
    Polisi menangkap John Kei bersama anak buah di markasnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Dalam peristiwa ini polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain; 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, tiga buah ketapel panah, dua buat stik baseball, 17 ponsel, dan sebuah dekoder hikvision.
     
    John Kei dan anak buahnya dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP tentang Pemufakatan Jahat, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Mereka terancam dihukum mati.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id