Pegawai Minta Tunda Pelantikan ASN, KPK Disarankan Rekrut Penyidik

    M Sholahadhin Azhar - 01 Juni 2021 01:58 WIB
    Pegawai Minta Tunda Pelantikan ASN, KPK Disarankan Rekrut Penyidik
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta penundaan pelantikan menjadi aparatur sipil negara (ASN). Penundaan tersebut membuat pekerjaan Lembaga Antirasuah terhenti.

    Pengamat hukum pidana Chudry Sitompul menyebut pegawai menunda menjadi ASN membuat mesin pemberantasan korupsi tak bisa bekerja. Sehingga, KPK disarankan mengambil penyidik dari Polri dan Kejaksaan Agung.

     



    "Karena awal KPK berdiri penyidiknya dari kejaksaan dan kepolisian,” kata Chudry saat dihubungi, Senin, 31 Mei 2021.

    Baca: Pegawai Dilantik Jadi ASN di Gedung Juang KPK

    Di sisi lain, dia menyebut pegawai KPK yang meminta penundaan tidak bertanggung jawab pada pekerjaannya. Sebab, ada perkara yang harus ditangani.

    "Kalau perkara ini sedang berjalan ditinggalkan ini bisa berantakan. Orang yang tengah diadili di pengadilan mau diapain, sementara orang itu ditahankan harus diproses,” ungkapnya. 

    KPK harus tetap berjalan sesuai dengan tupoksinya. Meskipun, ada 588 pegawai yang meminta pelantikan ASN ditunda. 

    “Iya dong, KPK harus show must go on, KPK harus berjalan terus, harus mementingkan kepentingan yang lebih besar lagi ya,” pungkas dia.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id