comscore

Pakar: Penerapan Hukuman Mati di UU Tipikor Mesti Cermat

Candra Yuri Nuralam - 07 Desember 2021 02:23 WIB
Pakar: Penerapan Hukuman Mati di UU Tipikor Mesti Cermat
Ilustrasi hukuman. Medcom.id
Jakarta: Pakar hukum Universitas Gadjah Mada Djoko Sukisno menyebut penerapan hukuman mati dalam Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mesti cermat. Penerapan hukuman mati tak bisa sembarangan.

"Walaupun hukuman mati diizinkan menurut Pasal 2 ayat 2 UU Tipikor, namun harus dicermati pula penjelasannya," kata Djoko saat dihubungi, Senin, 6 Desember 2021.
Pasal itu mengatur hukuman mati pada kasus korupsi yang dilakukan saat negara tengah dilanda bencana, pengulangan tindak pidana korupsi, dan saat negara mengalami krisis moneter. Sementara itu, pengulangan tindak pidana korupsi dapat diberikan kepada seseorang yang pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana korupsi.

"Kemudian setelah keluar dia melakukan tindak pidana korupsi lagi," papar Djoko.

Dia menilai seseorang yang mengulangi tindak pidana korupsi layak dihukum mati. Sebab, dianggap tidak jera.

Sebelumnya, terdakwa kasus korupsi di PT ASABRI, Heru Hidayat, dituntut hukuman mati. Djoko menilai jaksa mesti cermat memberikan tuntutan mati terhadap Heru. Khususnya, melihat aspek pengulangan perbuatan korupsi.

Djoko juga meminta ada analisis mendalam terkait saat waktu tindak pidana dilakukan atau tempus delicti. Dia mengatakan hukuman mati hanya bisa diberikan bila tindakan korupsi dilakukan saat negara krisis moneter atau dilanda bencana alam.

"Ingat, tempus delicti adalah waktu terjadinya suatu delik atau tindak pidana bukan waktu persidangannya," kata Djoko.

Salah satu alasan jaksa menunutut hukuman mati terhadap Heru lantaran Komisaris Utama PT Trada Alam Minerba itu terlibat kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Heru dihukum penjara seumur hidup lantaran merugikan keungan negara mencapai Rp16 triliun.

Baca: Dituntut Hukuman Mati, Jaksa Tak Temukan Keringanan untuk Heru Hidayat
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id