Adelin Lis Diduga Melanggar 2 Tindak Pidana

    Theofilus Ifan Sucipto - 23 Juni 2021 11:44 WIB
    Adelin Lis Diduga Melanggar 2 Tindak Pidana
    Adelin Lis mendapat kawalan ketat saat tiba di Jakarta. Dok. Kejagung RI



    Jakarta: Terpidana kasus korupsi dan pembalakan liar Adelin Lis diduga melanggar dua tindak pidana. Pelanggaran dilakukan selama Adelin menjadi buron dengan nama samaran Hendro Leonardi.

    “Pertama, (Adelin) menggunakan dokumen perjalanan (paspor) yang diketahui atau patut diduga palsu atau dipalsukan,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 Juni 2021.

     



    Kedua, Adelin diduga memberikan data tidak sah atau keterangan yang tidak benar. Data itu diberikan agar Adelin dapat memperoleh paspor palsu.

    Rian mengatakan temuan tersebut hasil koordinasi dan penyelidikan bersama. Polri menggandeng Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan Atase Polisi (Atpol) Singapura dalam menangani kasus ini.

    Adelin melanggar Pasal 126 huruf a dan c Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Penegakan hukum menjadi kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Keimigrasian.

    “Berdasarkan asas lex specialis derogat legi generali (hukum yang bersifat khusus mengesampingkan hukum yang bersifat umum),” ujar Rian.

    Baca: Adelin Lis Diduga Memalsukan Paspor Sejak 2017

    Dalam pelaksanaan penyidikan, PPNS Keimigrasian berkoordinasi dengan penyidik Polri. Termasuk, bantuan penyerahan barang bukti paspor asli.

    “Tapi yang palsu masih diamankan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia dalam hal ini Atpol/SLO (Senior Liaison Officer) Polri di Singapura,” tutur jenderal bintang satu itu.

    Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto menemukan beberapa fakta ihwal kasus pemalsuan paspor yang dilakukan Adelin Lis. Andelin menggunakan paspor atas nama Hendro Leonardi.
     
    "Paspor atas nama Hendro Leonardi yang digunakan oleh Adelin Lis terbit pada 2017," ujar Agus saat dikonfirmasi, Senin, 21 Juni 2021.
     
    Agus telah menginstruksikan jajarannya untuk mendalami kasus tersebut. Korps Bhayangkara bakal berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id